Glosarium Pintar Forex

Kami menyediakan kamus yang lengkap untuk para pembaca pintar forex.

Technical Analysis

JUL 12 - Rama A.P

Apa Itu Analisis Teknikal?

Analisis teknikal adalah sebuah metode analisis yang digunakan untuk mencari peluang trading menggunakan data aktivitas perdagangan seperti pergerakan harga dan volume. Tidak seperti analisis fundamental, yang mencoba menganalisis suatu sekuritas berdasarkan hasil bisnis seperti penjualan dan laba, analisis teknikal berfokus pada analisa harga dan volume.

Pengertian Analisis Teknikal

Analisis teknikal digunakan untuk menganalisa bagaimana penawaran dan permintaan pada suatu sekuritas akan memengaruhi perubahan harga, volume, dan volatilitasnya. Analisis teknikal didasarkan pada asumsi bahwa aktivitas perdagangan di masa lalu dan perubahan harga suatu sekuritas dapat menjadi sebuah indikator berharga untuk memprediksi pergerakannya di masa depan, terutama jika dipasangkan dengan aturan investasi atau trading yang sesuai.

Analisis teknikal sering digunakan untuk mencari sinyal trading jangka pendek, serta untuk menganalisa kekuatan atau kelemahan suatu sekuritas dibandingkan dengan pasar yang lebih luas atau salah satu sektornya.

Analisis teknikal seperti yang kita kenal saat ini pertama kali diperkenalkan oleh Charles Dow dan Dow Theory pada akhir tahun 1800-an. Selain Dow, ada juga beberapa peneliti lainnya yang turut berkontribusi terhadap konsep Dow Theory, di antaranya adalah William P. Hamilton, Robert Rhea, Edson Gould, dan John Magee. Saat ini, analisis teknikal telah berkembang, dan memiliki ratusan pola serta sinyal yang telah dikembangkan melalui penelitian selama bertahun-tahun.

Penggunaan Analisis Teknikal

Para analis profesional biasanya mengkombinasikan analisis teknikal dengan metode analisis lainnya. Sebaliknya, trader ritel biasanya membuat keputusan hanya berdasarkan grafik harga sekuritas dan data statistik serupa lainnya.

Analisis teknikal dapat digunakan pada jenis sekuritas apa pun yang memiliki data historis. Ini termasuk saham, kontrak berjangka, komoditas, instrumen pendapatan tetap, mata uang, dan jenis sekuritas lainnya. Faktanya, analisis teknikal lebih sering digunakan di pasar komoditas dan forex, karena para trader di pasar ini lebih fokus pada pergerakan harga dalam jangka pendek.

Analisis teknikal mencoba untuk memperkirakan pergerakan harga pada hampir semua instrumen yang dapat diperdagangkan, khususnya instrumen yang dipengaruhi oleh kekuatan penawaran dan permintaan, seperti saham, obligasi, kontrak berjangka, dan pasangan mata uang.

Data yang digunakan untuk melakukan analisis teknikal umumnya adalah perubahan harga, meskipun beberapa analis juga menggunakan data lainnya seperti volume atau open interest.

Indikator Analisis Teknikal

Untuk mendukung analisis teknikal, para peneliti telah mengembangkan ratusan pola dan sinyal. Di saat yang sama, para analis teknikal juga telah mengembangkan berbagai jenis sistem trading yang dapat digunakan untuk memperkirakan pergerakan harga.

Beberapa indikator difokuskan untuk mengidentifikasi tren pasar saat ini, seperti area support dan resistance, sementara yang lainnya berfokus pada penentuan kekuatan tren dan kemungkinan kelanjutannya. Indikator teknikal dan pola grafik yang paling sering digunakan adalah trendline, channel, moving average, dan indikator momentum.

Para analis teknikal umumnya menggunakan beberapa jenis indikator berikut ini:

  • Tren harga
  • Pola grafik
  • Indikator volume dan momentum
  • Oscillator
  • Moving average
  • Level support dan resistance

Asumsi Dasar Analisis Teknikal

Ada dua metode yang dapat digunakan untuk menganalisis suatu sekuritas dan membuat keputusan investasi: analisis fundamental dan analisis teknikal. Analisis fundamental dilakukan dengan menganalisis laporan keuangan suatu perusahaan dengan tujuan untuk menentukan nilai wajarnya, sementara analisis teknikal mengasumsikan bahwa harga suatu sekuritas telah mencerminkan semua informasi yang tersedia untuk umum, sehingga penggunanya hanya perlu fokus pada analisis pergerakan harga.

Analisis teknikal mencoba untuk memahami sentimen pasar saat ini dan mencari pola serta tren dibandingkan dengan menganalisis data fundamental suatu sekuritas.

Charles Dow telah merilis serangkaian editorial yang membahas teori analisis teknikal. Tulisannya mencakup dua asumsi dasar analisis teknikal:

  1. Pasar adalah efisien dan harga telah mencerminkan semua faktor yang mempengaruhi harga sekuritas tersebut.
  2. Pergerakan harga pasar yang acak tampak bergerak dalam sebuah pola dan tren yang dapat diidentifikasi dan cenderung berulang dari waktu ke waktu.

Bidang analisis teknikal saat ini didasarkan pada asumsi dasar Dow. Para analis profesional biasanya memiliki tiga asumsi berikut ini:

  1. Pasar telah mencerminkan segalanya: Para analis teknikal percaya bahwa segala sesuatu mulai dari fundamental perusahaan hingga psikologi pasar telah dicerminkan oleh harga. Asumsi ini sama seperti Hipotesis Pasar Efisien (EMH). Satu-satunya hal yang dapat dilakukan adalah menganalisis pergerakan harga, yang dianggap sebagai salah satu hasil dari penawaran dan permintaan saham tertentu di pasar.
  2. Harga bergerak dalam tren: Para analis teknikal memperkirakan harga, sekalipun dalam pergerakan pasar yang acak, akan menunjukkan tren, terlepas dari kerangka waktu yang diamati. Dengan kata lain, harga suatu saham lebih cenderung mengikuti tren di masa lalu dibandingkan bergerak tidak menentu. Sebagian besar strategi trading teknikal didasarkan pada asumsi ini.
  3. Sejarah cenderung berulang: Para analis teknikal percaya bahwa sejarah cenderung berulang. Sifat pergerakan harga yang berulang sering dikaitkan dengan psikologi pasar, yang cenderung sangat dapat diprediksi berdasarkan emosi seperti ketakutan atau kegembiraan. Analisis teknikal menggunakan pola grafik untuk menganalisis emosi tersebut dan untuk memperkirakan pergerakan harga selanjutnya. Meskipun ada banyak metode analisis teknikal yang telah digunakan selama lebih dari 100 tahun, namun metode-metode tersebut masih diyakini relevan karena menggambarkan pola pergerakan harga yang sering berulang.

Analisis Teknikal vs Analisis Fundamental

Analisis fundamental dan analisis teknikal adalah dua metode analisis yang cenderung saling berlawanan. Kedua metode ini sama-sama digunakan untuk meneliti dan memperkirakan tren harga saham di masa depan, dan sama seperti strategi atau filosofi investasi lainnya, keduanya juga memiliki pendukung dan musuh.

Analisis fundamental adalah sebuah metode analisis sekuritas yang mencoba mengukur nilai intrinsik suatu saham. Analis fundamental mempelajari segala hal mulai dari kondisi ekonomi dan industri secara keseluruhan hingga kondisi keuangan dan manajemen perusahaan. Laba, pengeluaran, aset, dan kewajiban adalah karakteristik penting bagi analis fundamental.

Analisis teknikal berbeda dengan analisis fundamental karena harga dan volume adalah satu-satunya data yang digunakan. Asumsi intinya adalah bahwa semua data fundamental telah dicerminkan oleh harga; oleh karenanya, analis tidak perlu memperhatikan data fundamental. Analis teknikal tidak mencoba mengukur nilai intrinsik suatu sekuritas, tetapi sebaliknya, menggunakan grafik untuk mengidentifikasi pola dan tren sekaligus untuk memprediksi pergerakan harganya di masa depan.

Kekurangan Analisis Teknikal

Beberapa analis dan peneliti akademis berharap bahwa EMH dapat menjelaskan mengapa mereka tidak dapat menindaklanjuti informasi data harga dan volume di masa lalu; terlebih, data fundamental perusahaan juga tidak dapat memberikan informasi yang dapat ditindaklanjuti. Sudut pandang ini dikenal sebagai EMH bentuk lemah dan bentuk semi kuat.

Kritik lain terhadap analisis teknikal adalah bahwa sejarah tidak berulang dengan tepat, sehingga analisa pola harga dianggap meragukan dan dapat diabaikan. Harga tampak lebih baik jika dimodelkan dengan asumsi pergerakan harga acak.

Kritik ketiga terhadap analisis teknikal adalah bahwa meskipun dalam beberapa kasus dapat akurat, namun hal tersebut terjadi karena terpenuhi dengan sendirinya. Misalnya, sebagian besar trader teknikal akan menempatkan stop loss order di bawah Moving Average 200. Jika sebagian besar trader melakukan hal yang sama, dan harga sahamnya turun ke sekitar level tersebut, maka akan ada aksi jual yang cukup besar, yang dapat membuat harga sahamnya turun, sekaligus mengkonfirmasi pergerakan yang diperkirakan oleh para trader.

Kemudian, trader lainnya akan melihat penurunan harga tersebut, dan turut menjual posisinya, sehingga meningkatkan kekuatan tren turun. Tekanan jual yang terjadi dalam jangka pendek ini dapat dianggap terpenuhi dengan sendirinya. Namun, hal ini tidak akan banyak berpengaruh terhadap harga aset tersebut dalam beberapa minggu atau bulan dari sekarang.

Singkatnya, jika ada banyak orang yang menggunakan sinyal yang sama, maka mereka dapat membuat harga bergerak sesuai dengan apa yang diprediksi oleh sinyal tersebut. Akan tetapi, dalam jangka panjang, sekelompok trader ini tidak akan dapat menggerakkan harga.

Chartered Market Technician (CMT)

Di antara analis profesional, CMT Association adalah asosiasi analis teknikal profesional dan bersertifikat terbesar di dunia. Gelar Chartered Market Technician (CMT) dapat diperoleh setelah peserta berhasil lulus tiga level ujian yang mencakup pengetahuan analisis teknikal secara luas dan mendalam.

CMT Association saat ini membebaskan pesertanya untuk mengikuti ujian Level 1 jika peserta tersebut memiliki gelar Certified Financial Analyst (CFA). Hal ini dilakukan untuk saling memperkuat kedua metode analisa ini.

FAQ

Apa asumsi dasar analisis teknikal?

Para analis teknikal profesional biasanya memiliki tiga asumsi dasar. Yang pertama adalah, sama seperti hipotesis pasar efisien, pasar telah mencerminkan segalanya. Kedua, mereka menganggap bahwa harga, bahkan dalam pergerakan harga pasar yang acak, akan menunjukkan tren terlepas dari kerangka waktu yang diamati. Terakhir, mereka percaya bahwa sejarah cenderung berulang. Sifat pergerakan harga yang berulang sering dikaitkan dengan psikologi pasar, yang cenderung sangat dapat diprediksi berdasarkan emosi seperti ketakutan atau kegembiraan.

Apa perbedaan antara analisis fundamental dan teknikal?

Analisis fundamental adalah sebuah metode analisis yang digunakan untuk mengukur nilai intrinsik suatu sekuritas. Asumsi inti dari analisis teknikal, di sisi lain, adalah bahwa semua data fundamental telah dicerminkan oleh harga; oleh karenanya, analis tidak perlu menganalisis data fundamental. Analis teknikal tidak mencoba mengukur nilai intrinsik suatu sekuritas, tetapi sebaliknya, menggunakan grafik saham untuk mengidentifikasi pola dan tren serta untuk memprediksi pergerakan harganya di masa depan.

Bagikan melalui

POSTINGAN TERBARU

...
Usury Rate

AGT 10

...
Unlawful Loan

AGT 10

...
Payday Loan

AGT 10

...
Usury

AGT 10

Dapatkan analisa dan berita forex dan komoditi langsung ke email Anda!

SUBSCRIBE NEWSLETTER KAMI

# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z