BerandaBeritaHarga Minyak Bangkit ke Atas Level $57, Tensi Geopolitik Global Jadi Sorotan

Harga Minyak Bangkit ke Atas Level $57, Tensi Geopolitik Global Jadi Sorotan

Harga minyak mentah WTI kembali menguat sementara para pelaku pasar mencermati perkembangan geopolitik global dan prospek permintaan minyak. Kontrak berjangka minyak mentah WTI naik ke atas level $57 per barel, setelah sempat tertekan lebih dari 2% pada perdagangan hari sebelumnya.

Penguatan tersebut didorong oleh memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah yang dikhawatirkan akan mengganggu pasokan. Situasi keamanan di kawasan itu memburuk setelah Arab Saudi melancarkan serangan udara ke Yaman, sementara Iran menyatakan tengah berada dalam kondisi “perang skala penuh” dengan Amerika Serikat, Eropa, dan Israel. Alhasil, pernyataan tersebut menimbulkan kekhawatiran seputar stabilitas pasokan minyak global.

Di sisi lain, perhatian para investor juga tertuju pada perkembangan perundingan damai Ukraina. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut pembicaraannya dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengalami banyak kemajuan. Zelenskyy sendiri mengatakan bahwa kerangka kesepakatan damai hampir rampung, di mana sekitar 90% poin telah disepakati, meski masih terdapat sejumlah isu krusial yang belum terselesaikan.

Sentimen positif turut datang dari Asia. Pemerintah China mengumumkan rencananya untuk meningkatkan belanja fiskal tahun 2026. Langkah tersebut dinilai berpotensi mendongkrak konsumsi energi, termasuk permintaan minyak mentah.

Meski demikian, penguatan harga minyak dinilai masih terbatas. Sepanjang tahun ini, harga minyak tercatat masih berada di jalur penurunan lebih dari 20% – penurunan tahunan terbesar sejak tahun 2020. Kondisi ini dipicu oleh adanya kekhawatiran bahwa pasokan minyak global pada tahun depan akan mengalami surplus.

Baca Juga