Euro menguat mendekati level $1.18 menjelang pengumuman kebijakan moneter terbaru Federal Reserve, yang diperkirakan akan kembali menurunkan suku bunganya.
Para investor memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga acuannya sekitar 25 basis poin di tengah adanya tanda-tanda pelemahan di pasar tenaga kerja dan terkendalinya tingkat inflasi.
Sementara itu di Eropa, para pejabat Bank Sentral Eropa (ECB) terus menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap inflasi. Anggota Dewan Eksekutif ECB, Isabel Schnabel, menegaskan ECB harus tetap berhati-hati. Ia mengingatkan risiko kenaikan inflasi masih besar, mulai dari tarif, inflasi sektor jasa, hingga harga pangan dan kebijakan fiskal.
Gubernur Bank Sentral Slovakia, Peter Kazimir, menyuarakan pandangan serupa. Ia menilai mengabaikan risiko-risiko tersebut akan menjadi sebuah kesalahan.
Pekan lalu, ECB kembali mempertahankan suku bunga acuannya untuk kedua kalinya secara berturut-turut. Keputusan itu memberi sinyal bahwa siklus pemangkasan suku bunga di kawasan Euro kemungkinan telah berakhir.
