Harga minyak mentah WTI diperdagangkan di sekitar level $59,36 per barel sementara perhatian para investor masih tertuju pada perkembangan geopolitik di Iran dan Venezuela.
Di Iran, gelombang demonstrasi nasional yang disebut sebagai yang terbesar sejak periode 2022-2023 membuat pelaku pasar bersikap waspada. Mereka khawatir bahwa eskalasi situasi politik akan mengganggu ekspor minyak dari kawasan tersebut. Pada saat yang sama, arus pengiriman minyak mentah dari Venezuela juga masih dibayangi ketidakpastian. Perubahan kebijakan Amerika Serikat serta dinamika sanksi terhadap negara tersebut membuat prospek ekspor Venezuela sulit diprediksi.
Sepanjang pekan lalu, harga minyak mencatatkan kenaikan yang cukup solid – ditopang oleh memanasnya tensi geopolitik. Namun, kenaikan tersebut tertahan oleh adanya sinyal negatif dari sisi permintaan dan relatif tingginya persediaan minyak di pasar global.
Ke depan, para investor akan mencermati rilis data ekonomi, laporan persediaan minyak, serta sinyal dari negara-negara produsen untuk menilai arah pergerakan harga minyak dalam jangka pendek.


