Harga minyak mentah WTI terus merangkak naik ke sekitar level $75 per barel pasca sejumlah serangan yang dilancarkan oleh AS dan Inggris terhadap Houthi di Yaman memicu kekhawatiran bahwa konflik di wilayah tersebut akan meluas sekaligus mengganggu pasokan minyak.
Harga minyak juga ditopang oleh laporan bahwa sebuah pesawat tak berawak Ukraina melancarkan serangan terhadap fasilitas energi Rusia di pantai Baltik.
Di sisi lain, kembali beroperasinya ladang minyak terbesar di Libya dan adanya tanda-tanda peningkatan pasokan, terutama dari negara-negara non-OPEC, terus membebani harga minyak.
Dari sisi permintaan, IEA merevisi proyeksi pertumbuhan permintaan minyak tahun 2024 menjadi 1.24 juta barel per hari, atau naik 180,000 bph, dengan alasan membaiknya pertumbuhan ekonomi dan rendahnya harga minyak mentah pada Q4.
Di tempat terpisah, OPEC juga memutuskan untuk mempertahankan proyeksi pertumbuhan permintaan pada tahun 2024 di angka 2.25 juta bph, dan 1.85 juta bph untuk tahun 2025.