BerandaIstilahFinancial Literacy

Financial Literacy

Financial Literacy adalah kemampuan untuk memahami dan menggunakan berbagai keterampilan keuangan secara efektif, termasuk pengelolaan keuangan pribadi, penganggaran, dan investasi. Ketika Anda melek finansial, Anda memiliki landasan penting untuk hubungan cerdas dengan uang. Ini dapat membantu memulai perjalanan pembelajaran seumur hidup tentang aspek keuangan kehidupan Anda. Semakin dini Anda mulai melek finansial, semakin baik keadaan Anda karena pendidikan adalah kunci kesuksesan masa depan finansial.

Memahami Financial Literacy

Sejak sekitar tahun 2000, produk dan layanan keuangan semakin meluas ke seluruh masyarakat. Meskipun generasi awal penduduk AS mungkin membeli barang terutama secara tunai, berbagai produk kredit sangat populer saat ini, seperti kartu kredit dan debit serta transfer elektronik. Survei tahun 2021 yang dilakukan oleh Federal Reserve Bank of San Francisco mengungkapkan bahwa 28% dari seluruh pembayaran dilakukan melalui kartu kredit, dan hanya 20% yang dilakukan secara tunai. Mengingat pentingnya keuangan dalam masyarakat modern, kurangnya Financial Literacy dapat sangat merusak kesuksesan finansial jangka panjang seseorang.

Jebakan Buta Huruf / Pitfalls of Illiteracy

Buta finansial dapat menyebabkan banyak kendala, seperti kemungkinan besar menumpuk beban utang yang tidak berkelanjutan, baik karena keputusan belanja yang buruk atau kurangnya persiapan jangka panjang. Hal ini, pada gilirannya, dapat mengakibatkan kredit buruk, kebangkrutan, penyitaan perumahan, dan konsekuensi negatif lainnya. Untungnya, sekarang ada lebih banyak sumber daya bagi mereka yang ingin mendidik diri mereka sendiri tentang topik keuangan. Salah satu sumber daya tersebut adalah Komisi Pendidikan dan Financial Literacy yang disponsori pemerintah AS, yang menawarkan berbagai kesempatan belajar gratis.

Ruang Lingkup Financial Literacy

Meskipun banyak keterampilan yang mungkin termasuk dalam Financial Literacy, contoh populernya mencakup penganggaran rumah tangga, mempelajari cara mengelola dan melunasi utang, dan mengevaluasi trade-off antara berbagai produk kredit dan investasi. Keterampilan ini sering kali memerlukan setidaknya pengetahuan tentang konsep keuangan utama, seperti bunga majemuk dan nilai waktu uang. Financial Literacy dapat mencakup strategi keuangan jangka pendek dan jangka panjang. Strategi yang Anda gunakan akan bergantung pada beberapa faktor, seperti usia Anda, jangka waktu investasi, dan toleransi risiko. Financial Literacy juga mencakup mengetahui bagaimana keputusan investasi yang diambil saat ini akan berdampak pada kewajiban pajak Anda di masa depan.

Produk keuangan seperti hipotek, pinjaman mahasiswa, asuransi kesehatan, dan rekening investasi mandiri semakin penting. Sangat penting bagi individu untuk memahami bagaimana menggunakannya secara bertanggung jawab. Penting juga untuk mengetahui sarana investasi mana yang terbaik untuk digunakan saat menabung, baik untuk tujuan finansial seperti membeli rumah atau untuk masa pensiun.

Perkembangan lain di bidang keuangan seperti dompet elektronik, uang digital, dan pinjaman P2P mungkin nyaman dan hemat biaya, namun memerlukan edukasi yang memadai agar konsumen dapat menggunakannya demi keuntungan mereka.

Mengapa Financial Literacy Penting

Ini Mendukung Kesejahteraan Finansial

Biaya hidup sehari-hari, hidup sesuai kemampuan Anda, pinjaman jangka pendek, perkiraan anggaran jangka panjang. Untuk mengelola hal ini dan realitas finansial penting lainnya dengan baik saat Anda menjalani hidup, Anda harus melek finansial.

Penting untuk merencanakan dan menabung secukupnya untuk memberikan penghasilan yang memadai di masa pensiun sambil menghindari tingkat utang yang tinggi yang dapat mengakibatkan kebangkrutan, gagal bayar, dan penyitaan.

Dalam laporan “Kesejahteraan Ekonomi Rumah Tangga AS pada tahun 2022”, Dewan Gubernur Sistem Federal Reserve AS menemukan bahwa banyak orang Amerika tidak siap untuk pensiun. Dua puluh delapan persen menyatakan bahwa mereka tidak memiliki tabungan pensiun, sementara sekitar 31% dari mereka yang belum pensiun merasa bahwa tabungan pensiun mereka berada pada jalur yang tepat. Di antara mereka yang memiliki tabungan pensiun mandiri, sekitar 63% mengaku merasa rendah diri dalam mengambil keputusan pensiun.

Tantangan Milenial

Kurangnya Financial Literacy telah membuat generasi milenial—bagian terbesar dari angkatan kerja Amerika—tidak siap menghadapi krisis keuangan yang parah, menurut penelitian yang dilakukan oleh TIAA Institute. Bahkan di antara mereka yang melaporkan memiliki pengetahuan tinggi tentang keuangan pribadi, hanya 19% yang menjawab pertanyaan tentang konsep dasar keuangan dengan benar. Empat puluh tiga persen dilaporkan menggunakan jasa keuangan alternatif yang mahal, seperti pinjaman gaji dan pegadaian. Lebih dari setengahnya tidak memiliki dana darurat untuk menutupi pengeluaran selama tiga bulan, dan 37% diantaranya berada dalam kondisi keuangan yang rapuh (didefinisikan sebagai tidak mampu atau tidak mungkin mampu menghasilkan $2.000 dalam sebulan jika terjadi keadaan darurat).  Generasi milenial juga memiliki pinjaman mahasiswa dan utang hipotek dalam jumlah besar. Faktanya, 44% dari mereka mengatakan mereka mempunyai terlalu banyak utang. Meskipun hal ini mungkin tampak seperti masalah individual, namun dampaknya terhadap keseluruhan populasi lebih besar dari perkiraan sebelumnya. Kurangnya pengetahuan tentang produk hipotek sebelum krisis keuangan tahun 2008 menciptakan kerentanan yang luas terhadap pinjaman predator. Dampak keuangan dari krisis tersebut mempengaruhi perekonomian secara keseluruhan. Financial Literacy merupakan isu yang mempunyai implikasi luas terhadap kesehatan ekonomi.

Manfaat Financial Literacy

Secara umum, manfaat Financial Literacy adalah memberdayakan individu untuk membuat keputusan yang lebih cerdas mengenai keuangan mereka. Selain itu:

  • Financial Literacy dapat mencegah kesalahan keuangan yang merugikan: Pinjaman dengan suku bunga mengambang mungkin memiliki suku bunga berbeda setiap bulannya, sedangkan kontribusi rekening pensiun individu (IRA) tradisional tidak dapat ditarik hingga masa pensiun. Bagi seseorang yang tidak menyadari fakta-fakta keuangan ini dan lainnya, keputusan keuangan yang tampaknya tidak bersalah mungkin mempunyai implikasi jangka panjang yang merugikan mereka atau berdampak pada rencana hidup mereka. Financial Literacy membantu individu menghindari kesalahan dalam keuangan pribadinya.
  • Financial Literacy mempersiapkan masyarakat menghadapi keadaan darurat keuangan: Topik-topik seperti menabung atau kesiapsiagaan keadaan darurat membuat individu siap menghadapi masa-masa yang tidak pasti. Meskipun kehilangan pekerjaan atau mempunyai pengeluaran besar yang tidak terduga dapat berdampak secara finansial, seseorang dapat meredam dampak tersebut dengan menabung secara teratur.
  • Financial Literacy dapat membantu individu mencapai tujuan mereka: Dengan pemahaman yang lebih baik tentang cara menganggarkan dan menghemat uang, individu dapat membuat rencana yang menentukan ekspektasi, membuat mereka bertanggung jawab terhadap keuangan mereka, dan menetapkan arah untuk mencapai tujuan keuangan yang penting. Meskipun seseorang mungkin tidak mampu mewujudkan impiannya saat ini, mereka dapat membuat rencana yang dapat membantu mewujudkannya.
  • Financial Literacy meningkatkan kepercayaan diri: Bayangkan harus membuat keputusan keuangan yang mengubah hidup tanpa semua informasi yang diperlukan. Dengan pengetahuan tentang keuangan, individu dapat mendekati pilihan-pilihan besar dalam hidup dengan lebih percaya diri. Mereka akan lebih mungkin mencapai hasil yang mereka inginkan dan kecil kemungkinannya untuk terkejut atau terkena dampak negatif dari hasil yang tidak terduga.

Strategi Meningkatkan Keterampilan Financial Literacy

Mengembangkan Financial Literacy melibatkan pembelajaran dan praktik keterampilan yang berkaitan dengan penganggaran, pengelolaan, dan pembayaran utang, dan banyak lagi. Artinya memahami dan menggunakan produk kredit dan investasi secara bijak. Kabar baiknya adalah, di mana pun Anda berada dalam hidup dan finansial, tidak ada kata terlambat untuk mulai mempraktikkan kebiasaan finansial yang baik.

Berikut adalah beberapa strategi praktis untuk dipertimbangkan.

Buat Anggaran

Lacak berapa banyak uang yang Anda terima setiap bulan dan berapa banyak yang Anda belanjakan. Anda dapat menggunakan spreadsheet Excel, kertas, atau aplikasi penganggaran. Anggaran Anda harus mencakup pendapatan (gaji, investasi, tunjangan), pengeluaran tetap (pembayaran sewa/hipotek, utilitas, pembayaran pinjaman), pengeluaran diskresi (tidak penting seperti makan di luar, belanja, dan perjalanan), dan tabungan.

Bayar Diri Anda Terlebih Dahulu

Untuk membangun tabungan, strategi penganggaran terbalik ini melibatkan pemilihan tujuan tabungan, seperti membayar pendidikan tinggi, memutuskan berapa banyak Anda ingin berkontribusi setiap bulannya, dan menyisihkan jumlah tersebut sebelum Anda membagi sisa pengeluaran Anda.

Bayar Tagihan Segera

Pantau terus tagihan bulanan, pastikan pembayaran Anda selalu terkirim tepat waktu. Pertimbangkan untuk memanfaatkan debit otomatis dari rekening giro atau aplikasi pembayaran tagihan, dan mendaftar untuk pengingat pembayaran (melalui email, telepon, atau SMS).

Dapatkan Laporan Kredit Anda

Setahun sekali, konsumen dapat meminta laporan kredit gratis dari masing-masing dari tiga biro kredit utama—Equifax, Experian, dan TransUnion—melalui situs web AnnualCreditReport.com yang dibuat oleh pemerintah federal. Tinjau laporan-laporan ini dan bantah segala kesalahan dengan memberi tahu biro kredit mengenai ketidakakuratan. Karena Anda bisa mendapatkan ketiganya, pertimbangkan untuk mengatur jarak permintaan Anda sepanjang tahun untuk memantau kredit Anda secara teratur.

Periksa Skor Kredit Anda

Nilai kredit yang baik memungkinkan Anda memperoleh suku bunga pinjaman dan kartu kredit terbaik, di antara manfaat lainnya. Pantau skor Anda melalui layanan pemantauan kredit gratis. Atau, jika Anda mampu dan ingin menambahkan lapisan perlindungan ekstra untuk informasi pribadi Anda, gunakan layanan pemantauan kredit. Selain itu, waspadai apa yang dapat meningkatkan atau menurunkan skor Anda, seperti pertanyaan kredit dan rasio pemanfaatan kredit.

Kelola Hutang

Gunakan anggaran Anda untuk mengendalikan utang dengan mengurangi pengeluaran dan meningkatkan pembayaran. Kembangkan rencana pengurangan utang, seperti melunasi pinjaman dengan tingkat bunga tertinggi terlebih dahulu. Jika utang Anda berlebihan, hubungi pemberi pinjaman untuk menegosiasikan kembali pembayaran, mengkonsolidasikan pinjaman, atau mencari program konseling utang.

Investasikan untuk Masa Depan Anda

Jika perusahaan Anda menawarkan rekening tabungan pensiun 401(k), pastikan untuk mendaftar dan berkontribusi maksimal untuk menerima kecocokan perusahaan. Pertimbangkan untuk membuka IRA dan menciptakan portofolio investasi yang terdiversifikasi berupa saham, pendapatan tetap, dan komoditas. Jika perlu, mintalah nasihat keuangan dari penasihat profesional untuk membantu Anda menentukan berapa banyak uang yang Anda perlukan untuk pensiun dengan nyaman dan mengembangkan strategi untuk mencapai tujuan Anda.

Contoh Financial Literacy

Emma adalah seorang guru sekolah menengah yang mencoba menginformasikan siswanya tentang Financial Literacy melalui kurikulumnya. Dia mendidik mereka tentang dasar-dasar berbagai topik keuangan, seperti penganggaran pribadi, pengelolaan utang, menabung untuk kuliah dan pensiun, asuransi, investasi, dan bahkan perencanaan pajak. Siswa Emma dapat dan akan menggunakan konsep ini untuk hal-hal seperti menyewa apartemen, mendapatkan pekerjaan pertama, atau bahkan sekadar membiayai aktivitas menyenangkan seperti pergi ke bioskop.

Memahami konsep seperti kartu kredit, rekening bank, suku bunga, biaya peluang, pengelolaan utang, bunga majemuk, dan anggaran, misalnya, dapat membantu siswanya mulai menabung dan mengelola pinjaman mahasiswa yang mungkin mereka andalkan untuk mendanai pendidikan perguruan tinggi mereka. Hal ini dapat mencegah mereka menumpuk utang dalam jumlah yang berbahaya dan mengancam nilai kredit mereka.

Ia juga berharap bahwa topik-topik tertentu, seperti pajak penghasilan dan perencanaan pensiun, pada akhirnya akan bermanfaat bagi semua siswa, tidak peduli apa yang mereka lakukan setelah lulus SMA.

Kesimpulan

Financial Literacy adalah pengetahuan tentang berbagai aspek keuangan pribadi dan kemampuan membuat keputusan cerdas tentang uang. Hal ini mencakup penyusunan anggaran, mengetahui berapa banyak yang harus ditabung, mengenali persyaratan pinjaman yang menguntungkan, memahami dampak kredit, dan membedakan berbagai pilihan investasi yang dapat digunakan untuk menabung untuk masa pensiun. Keterampilan keuangan yang berasal dari Financial Literacy dapat membantu individu menangani keuangan pribadinya secara bertanggung jawab yang pada gilirannya dapat membantu mereka melindungi kesejahteraan masa depan keuangannya.

Baca Artikel Lainnya

Artikel Sebelumnya
Artikel Berikutnya