BerandaIstilahInvestor Relation (IR)

Investor Relation (IR)

Apa itu Investor Relation (IR)?

Departemen Investor Relation (IR) adalah divisi dari suatu bisnis, biasanya perusahaan publik, yang tugasnya adalah memberikan kepada investor laporan yang akurat mengenai urusan perusahaan. Ini membantu investor pribadi dan institusional membuat keputusan yang tepat apakah akan berinvestasi di perusahaan tersebut.

Memahami Investor Relation (IR)

Hubungan Investor memastikan bahwa saham perusahaan yang diperdagangkan secara publik diperdagangkan secara adil melalui penyebaran informasi penting yang memungkinkan investor untuk menentukan apakah suatu perusahaan adalah investasi yang baik untuk kebutuhan mereka. Departemen Investor Relation adalah sub-departemen dari departemen hubungan masyarakat (humas) dan bekerja untuk berkomunikasi dengan investor, pemegang saham, organisasi pemerintah, dan komunitas keuangan secara keseluruhan.

Perusahaan biasanya mulai membangun departemen Investor Relation mereka sebelum go public. Selama fase pra-penawaran umum perdana (IPO) ini, departemen Investor Relation dapat membantu membangun tata kelola perusahaan, melakukan audit keuangan internal, dan mulai berkomunikasi dengan calon investor IPO.

Misalnya, ketika sebuah perusahaan melakukan roadshow IPO, adalah umum bagi beberapa investor institusional untuk menjadi tertarik pada perusahaan tersebut sebagai kendaraan investasi. Setelah tertarik, investor institusional memerlukan informasi rinci tentang perusahaan, baik kualitatif maupun kuantitatif.

Untuk mendapatkan informasi ini, departemen Investor Relation perusahaan dipanggil untuk memberikan deskripsi produk dan layanannya, laporan keuangan, statistik keuangan, dan ikhtisar struktur organisasi perusahaan.

Investor Relation dan Legislasi 

Undang-Undang Sarbanes-Oxley, juga dikenal sebagai Undang-Undang Reformasi Akuntansi Perusahaan Publik dan Perlindungan Investor, disahkan pada tahun 2002, meningkatkan persyaratan pelaporan untuk perusahaan yang diperdagangkan secara publik. Hal ini memperluas kebutuhan perusahaan publik untuk memiliki departemen internal yang didedikasikan untuk Investor Relation, kepatuhan pelaporan, dan penyebaran informasi keuangan yang akurat.

Setelah krisis keuangan, Pemerintahan Obama mengesahkan Undang-Undang Reformasi Wall Street dan Perlindungan Konsumen Dodd-Frank tahun 2009 untuk mencegah lembaga keuangan mengambil risiko yang berlebihan dan memperkenalkan langkah-langkah baru untuk mencegah pemberi pinjaman mengeksploitasi konsumen. Untuk mencapai hal ini, undang-undang tersebut mendirikan sebuah badan independen yang disebut Biro Perlindungan Keuangan Konsumen (CFPB) yang bertugas menetapkan dan menegakkan aturan yang jelas dan terstandarisasi untuk perusahaan yang menyediakan layanan keuangan.

Undang-undang tersebut memperkuat Investor Relation dengan mewajibkan transparansi yang lebih besar di seluruh sistem keuangan. Misalnya, CFPB sekarang mensyaratkan bahwa pengungkapan hipotek datang dalam satu formulir yang menguraikan risiko dan biaya terkait, memungkinkan konsumen untuk membandingkan pinjaman dengan pemberi pinjaman lain. Demikian pula, undang-undang tersebut memperkuat Undang-Undang Akuntabilitas, Tanggung Jawab, dan Pengungkapan Kartu Kredit (CARD) tahun 2009, yang mengharuskan penerbit untuk mengungkapkan tarif dan biaya dengan jelas untuk membantu pelanggan membuat keputusan keuangan yang lebih tepat. Selain itu, reformasi melarang perusahaan kartu kredit memasarkan promosi secara langsung kepada konsumen muda.

Fungsi dari Investor Relation

Tim Investor Relation biasanya bertugas mengkoordinasikan rapat pemegang saham dan konferensi pers, merilis data keuangan, memimpin briefing analis keuangan, menerbitkan laporan ke Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC), dan menangani sisi publik dari setiap krisis keuangan.

Selain itu, departemen Investor Relation harus menyadari perubahan persyaratan peraturan dan memberi nasihat kepada perusahaan tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dari perspektif PR. Misalnya, departemen Investor Relation harus memimpin perusahaan dalam periode tenang, di mana ilegal untuk mendiskusikan aspek-aspek tertentu dari perusahaan dan kinerjanya.

Peran terbesar departemen Investor Relation adalah interaksinya dengan analis investasi yang memberikan opini publik tentang perusahaan sebagai peluang investasi. Opini-opini ini memengaruhi komunitas investasi secara keseluruhan, dan tugas departemen Investor Relation adalah mengelola ekspektasi analis.

Tujuan dari Investor Relation

Investor Relation dimaksudkan untuk meningkatkan dan mempertahankan kepercayaan investor dan pemangku kepentingan lainnya dengan memberikan mereka informasi yang akurat dan tepat waktu mengenai kinerja keuangan dan operasional perusahaan. Ini juga digunakan untuk mengkomunikasikan rencana dan tujuan strategis.

Investor Relation berupaya memaksimalkan nilai pemegang saham dengan memberikan investor gambaran menyeluruh tentang strategi bisnis dan tujuan ekspansi perusahaan. Ini dapat meningkatkan minat dari investor yang ada, meningkatkan permintaan untuk saham perusahaan, dan pada akhirnya menaikkan harga saham.

Investor Relation juga dimaksudkan untuk meningkatkan tata kelola perusahaan dengan memastikan bahwa bisnis mematuhi undang-undang, peraturan, dan pedoman moral yang relevan. Ini dapat meningkatkan akses perusahaan ke pasar modal serta reputasi dan kepercayaan dengan investor. Dalam ranah ini, Investor Relation dimaksudkan untuk membangkitkan kepercayaan bahwa perusahaan mematuhi semua undang-undang yang disyaratkan oleh badan pengatur.

Komunikasi juga dipermudah karena Investor Relation, yang bertindak sebagai saluran antara pemangku kepentingan dan investor perusahaan. Ini memberikan investor akses ke pengambil keputusan utama di dalam perusahaan. Ini juga dapat mendukung perusahaan dalam menangani masalah investor, memberikan masukan manajemen, dan membina hubungan positif dengan para pemangku kepentingannya.

Manfaat dari Investor Relation

Dengan memanfaatkan Investor Relation, perusahaan dapat meningkatkan akses mereka ke pasar modal yang memungkinkan mereka memperoleh pembiayaan secara lebih efektif dan dengan biaya yang lebih rendah. Hal ini dilakukan dengan mengembangkan hubungan dengan investor dan analis.

Investor Relation berkontribusi pada transparansi yang lebih besar dengan menyampaikan informasi yang akurat dan tepat waktu kepada investor tentang kinerja keuangan perusahaan, posisi strategis, dan perkembangan signifikan lainnya. Kepercayaan investor dapat ditingkatkan dan reputasi perusahaan dapat ditingkatkan sebagai hasilnya.

Investor Relation yang efektif juga dapat membantu bisnis dalam mengembangkan basis investor mereka dan menarik modal segar. Dengan menarik investor baru dan meningkatkan permintaan saham perusahaan, Investor Relation yang efektif dapat membantu meningkatkan likuiditas saham perusahaan. Hal ini dapat meningkatkan nilai perusahaan dan mempermudah perdagangan bagi semua investor.

Perusahaan dapat meningkatkan akses mereka ke pasar modal, yang memungkinkan mereka memperoleh pembiayaan secara lebih efektif dan dengan biaya yang lebih rendah, dengan mengembangkan hubungan dengan investor dan analis. Investor Relation yang efektif juga dapat membantu bisnis dalam mengembangkan basis investor mereka dan menarik modal segar.

Terakhir, dengan memastikan bahwa perusahaan mematuhi undang-undang, peraturan, dan standar moral yang relevan, Investor Relation membantu meningkatkan tata kelola perusahaan. Hal ini dapat meningkatkan akses perusahaan ke pasar modal serta reputasi dan kepercayaan dengan investor.

Artikel Sebelumnya
Artikel Berikutnya

Baca Juga