Apa itu Harvest Strategy?
Harvest strategy adalah strategi pemasaran dan bisnis yang melibatkan pengurangan atau penghentian investasi pada suatu produk, lini produk, atau lini bisnis sehingga entitas yang terlibat dapat menuai – atau, harvest – keuntungan maksimum. Harvest strategy biasanya digunakan menjelang akhir siklus hidup produk ketika ditentukan bahwa investasi lebih lanjut tidak akan lagi meningkatkan pendapatan produk.
Memahami Harvest Strategy
Produk memiliki siklus hidup, dan ketika produk tersebut mendekati akhir siklus hidupnya, biasanya tidak akan mendapatkan keuntungan dari investasi dan upaya pemasaran tambahan. Tahap produk ini disebut tahap sapi perah, yaitu saat aset tersebut lunas dan tidak memerlukan investasi lebih lanjut. Oleh karena itu, menggunakan “harvest strategy” akan memungkinkan perusahaan untuk memanen manfaat atau keuntungan maksimum sebelum aset tersebut mencapai tahap penurunan nilai. Perusahaan sering kali menggunakan hasil dari aset akhir untuk mendanai pengembangan dan distribusi produk baru. Dana juga dapat digunakan untuk mempromosikan produk yang sudah ada dengan potensi pertumbuhan yang tinggi.
Sebagai contoh, sebuah perusahaan minuman ringan dapat menghentikan investasi pada produk berkarbonasi yang sudah mapan untuk merealokasi dana ke lini minuman berenergi yang baru. Perusahaan memiliki beberapa opsi harvest strategy. Sering kali mereka akan mengandalkan loyalitas merek untuk mendorong penjualan, sehingga mengurangi atau menghilangkan biaya pemasaran untuk produk baru. Selama harvest, perusahaan dapat membatasi atau menghilangkan pengeluaran modal, seperti pembelian peralatan baru yang diperlukan untuk mendukung produk akhir. Selain itu, mereka juga dapat membatasi pengeluaran untuk operasional.
Harvest strategy dapat melibatkan penghapusan produk atau lini produk secara bertahap ketika kemajuan teknologi membuat produk atau lini tersebut menjadi usang. Misalnya, perusahaan yang menjual sistem stereo secara bertahap menghilangkan penjualan turntable piringan hitam dan beralih ke pemutar CD karena penjualan compact disc melonjak dan penjualan piringan hitam menurun. Selain itu, ketika penjualan produk secara konsisten jatuh di bawah tingkat target penjualan, perusahaan dapat secara bertahap menghilangkan produk terkait dari portofolionya.
Pertimbangan Khusus
Harvest strategy juga mengacu pada rencana bisnis untuk investor seperti pemodal ventura atau investor ekuitas swasta. Metode ini biasanya disebut sebagai strategi keluar, karena investor berusaha untuk keluar dari investasi setelah sukses. Investor akan menggunakan harvest strategy untuk mengumpulkan keuntungan dari investasi mereka sehingga dana dapat diinvestasikan kembali ke dalam usaha baru. Sebagian besar investor memperkirakan bahwa dibutuhkan waktu antara tiga hingga lima tahun untuk mendapatkan kembali investasi mereka. Dua contoh harvest strategy yang umum dilakukan oleh investor ekuitas adalah menjual perusahaan ke perusahaan lain atau melakukan penawaran umum perdana (IPO) saham perusahaan.