Harga minyak mentah WTI bertahan di sekitar level $62 per barel setelah sempat turun dua hari berturut-turut di tengah adanya kekhawatiran atas meningkatnya pasokan minyak dari OPEC+ dan turunnya persediaan minyak mentah AS.
Menurut American Petroleum Institute (API), persediaan minyak mentah AS pada pekan lalu turun sebesar 3.7 juta barel. Di sisi lain, sebuah laporan mengungkapkan bahwa delapan negara anggota OPEC+ tengah mempertimbangkan untuk meningkatkan produksi minyaknya sebesar 274,000-411,000 barel per hari (bph) mulai bulan November.
Di saat yang sama, para investor masih dihadapkan dengan adanya ketidakpastian global, mulai dari risiko geopolitik hingga perkembangan politik di AS. Presiden AS Donald Trump disebut telah mendapatkan dukungan dari PM Israel Benjamin Netanyahu terkait rencana perdamaian di Gaza. Meski demikian, sikap Hamas terhadap rencana tersebut masih belum jelas. Sementara itu, kekhawatiran akan potensi terjadinya shutdown pemerintahan AS meningkatkan risiko atas prospek permintaan minyak.
