Yen Jepang menguat ke sekitar level 151 per Dolar AS di tengah adanya ketidakpastian mengenai apakah Ketua Partai Demokrat Liberal (LDP), Sanae Takaichi, akan menjadi Perdana Menteri Jepang berikutnya pasca partai koalisi LDP berpisah dengan Komeito.
Takaichi sendiri dikenal sebagai pendukung abenomics – kebijakan yang menekankan kebijakan fiskal ekspansif dan pelonggaran kebijakan moneter. Situasi ini menimbulkan spekulasi bahwa Takaichi kemungkinan akan meningkatkan anggaran belanja pemerintah dan menerapkan kebijakan moneter yang longgar.
Di sisi lain, partai oposisi juga tengah menggelar pembicaraan untuk mengamankan dukungan yang cukup guna membentuk pemerintahan baru.
Sementara itu, meningkatnya permintaan mata uang aset safe haven seperti Yen turut menopang penguatan Yen, terlebih di tengah kembali memanasnya hubungan antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Hubungan kedua negara memanas setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan memberlakukan embargo minyak goreng terhadap Tiongkok sebagai respons atas boikot kedelai yang dilakukan oleh Tiongkok.
