Harga minyak mentah WTI menguat ke sekitar level $59 per barel pasca Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa PM India Narendra Modi telah berkomitmen untuk berhenti membeli minyak dari Rusia.
Meski demikian, Trump menyatakan India belum dapat menghentikan impor secara langsung. Ia juga menegaskan akan menekan Tiongkok agar turut mengurangi pembelian minyak dari Rusia, mengingat kedua negara tersebut merupakan salah satu konsumen minyak terbesar di dunia. Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya AS untuk memperketat tekanan terhadap pendapatan minyak Rusia.
Pengumuman tersebut berhasil meredakan kekhawatiran investor terkait potensi terjadinya kelebihan pasokan, terlebih setelah Badan Energi Internasional (EIA) memproyeksikan pasoakn minyak pada tahun 2026 akan mengalami surplus hingga 4 juta bph.
Sementara itu, sebuah data mengungkapkan bahwa persediaan minyak mentah AS pada pekan lalu naik sekitar 7,4 juta barel. Lonjakan persediaan ini kian meningkatkan kekhawatian seputar prospek permintaan minyak global, terutama di tengah kembali memanasnya tensi hubungan antara AS dan Tiongkok.
