Harga minyak mentah WTI menguat ke sekitar level $57,5 per barel pasca persediaan minyak mentah AS dilaporkan turun.
Menurut American Petroleum Institute (API), persediaan minyak mentah AS pada pekan lalu turun 3 juta barel – penurunan pertama dalam kurun empat minggu terakhir. Persediaan bahan bakar, termasuk bensin, juga tercatat turun.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump kembali menyatakan India berencana untuk mengurangi pembelian minyak dari Rusia. Ia mengklaim telah membahas hal tersebut untuk kedua kalinya dengan Perdana Menteri India Narendra Modi, meski Kementerian Luar Negeri India sebelumnya membantah adanya pembicaraan tersebut.
Pemerintah AS melalui Departemen Energi juga berencana untuk menambah 1 juta barel minyak ke dalam Cadangan Minyak Strategisnya. Langkah ini berpotensi memperketat pasokan minyak dalam jangka pendek.
Meskipun demikian, harga minyak sejauh ini masih kesulitan untuk keluar dari posisi terendah dalam kurun beberapa tahun terakhir. Para investor terus dibayangi kekhawatiran seputar pasokan. Data dari Vortexa mengungkapkan bahwa jumlah minyak mentah dan kondensat yang sedang dikirim secara global berada pada rekor tertinggi, yaitu 1,24 miliar barel. Kondisi ini terjadi setelah Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan potensi terjadinya surplus pasokan pada tahun depan, seiring meningkatnya produksi minyak dari OPEC+ dan produsen lainnya di tengah melambatnya pertumbuhan permintaan.
