Yen Jepang melemah ke sekitar level 153 per Dolar AS di tengah menguatnya ekspektasi bahwa pemerintahan Jepang yang baru akan menerapkan kebijakann fiskal ekspansif dan adanya ketidakpastian seputar arah kebijakan moneter Bank of Japan (BoJ).
Sejak terpilihnya Perdana Menteri Sanae Takaichi pada awal bulan ini, Yen tercatat mengalami pelemahan tajam. Takaichi diperkirakan akan menerapkan kebijakan fiskal ekspansif dan kebijakan moneter yang longgar guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi.
Sejumlah laporan menyebutkan, Takaichi kemungkinan akan mengumumkan paket stimulus besar pada bulan depan. Nilai paket tersebut diprediksi lebih besar dari program tahun sebelumnya, yaitu 13,9 triliun Yen, yang ditujukan untuk meredam dampak inflasi terhadap rumah tangga.
Sementara itu, BoJ diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuannya pekan ini. Sebaliknya, para pejabat BoJ diprediksi akan membahas kondisi yang memungkinkannya untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut seiring meredanya dampak dari kebijakan tarif AS.
Ke depan, para investor juga akan menantikan pertemuan antara Takaichi dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada pekan ini untuk mencari petunjuk terkait arah kebijakan ekonomi kedua negara.
