Harga emas melemah ke sekitar level $4500 per troy ons setelah sempat menyentuh rekor tertinggi. Pelemahan ini dipicu oleh aksi profit taking di tengah perkembangan geopolitik terbaru.
Perhatian para investor tertuju pada pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut pembicaraan damai dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy telah mengalami “banyak kemajuan”, meskipun kesepakatan final diperkirakan masih memerlukan waktu beberapa pekan. Trump juga menyatakan kesiapannya untuk berbicara di parlemen Ukraina, menggelar pertemuan trilateral dengan Zelenskyy dan Presiden Rusia Vladimir Putin, serta bertemu dengan para pemimpin Eropa pada bulan Januari mendatang.
Dari pihak Ukraina, Zelenskyy mengungkapkan bahwa kerangka kesepakatan damai telah mencapai sekitar 90%. Ia menambahkan bahwa jaminan keamanan antara Amerika Serikat dan Ukraina telah sepenuhnya disepakati, walaupun masih terdapat sejumlah isu penting yang perlu dirampungkan.
Meski terkoreksi dalam jangka pendek, kinerja emas sepanjang tahun ini tetap positif. Harga logam mulia ini telah melonjak lebih dari 70% dan berpotensi mencatatkan kenaikan tahunan terbesar sejak tahun 1979. Kenaikan tersebut ditopang oleh aksi beli oleh bank sentral, berlanjutnya arus dana yang masuk ke produk ETF berbasis emas, belum meredanya risiko geopolitik, serta pelonggaran kebijakan moneter oleh Federal Reserve.
Para investor saat ini juga memperkirakan bank sentral AS masih akan menurunkan suku bunganya lebih lanjut pada tahun depan.
