Harga emas mengalami koreksi ke sekitar level $4480 per troy ons setelah sempat membukukan rekor tertinggi sepanjang masa pada awal sesi perdagangan. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah memanasnya tensi geopolitik global serta menguatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve.
Para investor terus mencermati sejumlah faktor geopolitik global, termasuk blokade yang dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap pengiriman minyak mentah dari Venezuela, masih berlangsungnya konflik antara Rusia dan Ukraina, serta serangan militer AS terhadap kelompok ISIS di Nigeria. Situasi geopolitik yang tidak menentu tersebut telah mendorong para investor untuk beralih ke emas sebagai instrumen lindung nilai.
Dari sisi kebijakan moneter, para investor saat ini memperkirakan Federal Reserve akan memangkas suku bunga acuannya sebanyak dua kali – masing-masing sebesar 25 basis poin – pada tahun depan. Perkiraan ini didasarkan pada turunnya tren tingkat inflasi di AS dan melemahnya kondisi pasar tenaga kerja, meskipun para pejabat bank sentral AS masih menunjukkan pandangan yang berbeda terkait arah kebijakan moneter The Fed ke depan.
