Yen Jepang melemah ke atas level 157 per Dolar AS, dipicu oleh penguatan Dolar AS di tengah sikap investor yang masih mencermati rilis data ekonomi AS serta arah kebijakan moneter Federal Reserve ke depan.
Tekanan terhadap Yen terjadi meskipun sejumlah indikator ekonomi Jepang menunjukkan perbaikan. Belanja rumah tangga tercatat naik 2,9%, didorong oleh meningkatnya pembelian terkait musim dingin serta turunnya tingkat inflasi. Data tersebut sempat memberikan sinyal positif terhadap konsumsi Jepang, yang selama ini menjadi salah satu fokus utama pemulihan ekonomi Jepang.
Namun, kondisi pasar tenaga kerja masih menjadi tantangan. Upah riil justru turun 2,8% lantaran laju inflasi masih lebih cepat dibandingkan pertumbuhan gaji. Situasi ini menyulitkan Bank of Japan (BoJ) untuk melakukan pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut, mengingat daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih.
Sebelumnya, Gubernur Bank of Japan (BoJ) Kazuo Ueda menegaskan bahwa BoJ akan tetap membuka peluang untuk menaikkan suku bunga apabila kondisi ekonomi dan inflasi bergerak sesuai dengan proyeksi.


