Harga emas kembali turun ke bawah level $4300 per troy ons menjelang rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat, khususnya data nonfarm payrolls, yang diharapkan dapat memberikan petunjuk terkait arah kebijakan moneter Federal Reserve di masa mendatang.
Selain data tenaga kerja, para investor juga akan mencermati rilis data penjualan ritel serta data Flash Manufacturing PMI. Fokus utama lainnya adalah data inflasi yang akan dirilis pada hari Kamis, lantaran berpotensi memengaruhi ekspektasi suku bunga di masa mendatang.
Saat ini, para investor memperkirakan The Fed kemungkinan besar akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuannya bulan Januari mendatang. Meski demikian, sebagian analis masih memperkirakan adanya dua kali pemangkasan suku bunga pada tahun depan, tergantung pada data ekonomi terbaru.
Namun, kenaikan harga emas tertahan oleh sentimen geopolitik yang lebih positif. Salah satunya adalah prospek tercapainya kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina, terlebih setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa akhir dari konflik tersebut “lebih dekat dari sebelumnya”.
