Harga minyak mentah WTI turun ke sekitar level $56,6 per barel, dan mendekati posisi terendah sejak awal tahun 2021. Penurunan harga minyak dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran seputar surplus pasokan serta meningkatnya optimisme atas kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina.
Salah seorang pejabat Amerika Serikat pada hari Senin (15 Desember) kemarin menyatakan bahwa peluang tercapainya kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina semakin besar. Amerika Serikat dilaporkan bersedia memberikan jaminan keamanan kepada Ukraina, meskipun sejumlah isu penting, terutama terkait wilayah, masih belum terselesaikan. Jika kesepakatan damai tercapai, hal tersebut berpotensi membuat sanksi AS terhadap minyak Rusia dilonggarkan.
Kekhawatiran seputar pasokan juga dipicu oleh langkah negara-negara anggota OPEC+ yang mulai meningkatkan produksi minyaknya. Di sisi lain, produsen non-OPEC, khususnya dari kawasan Amerika, juga terus meningkatkan produksi minyaknya, sehingga memperparah kekhawatiran seputar surplus pasokan minyak global.
Sentimen negatif terhadap harga minyak semakin kuat setelah data ekonomi terbaru China mencatatkan hasil yang mengecewakan. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan melambatnya permintaan minyak dari China, yang merupakan importir minyak mentah terbesar di dunia.
