Harga emas turun ke sekitar level $4080 per troy ons seiring berlanjutnya aksi jual yang dilakukan oleh para investor.
Penurunan harga emas turut dipengaruhi oleh meningkatnya optimisme atas potensi kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok, menjelang berlangsungnya pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Pernyataan Trump yang belakangan terdengar lebih kompromistis juga turut mengurangi daya tarik emas sebagai aset safe haven.
Kendati demikian, sepanjang perdagangan tahun ini, harga emas telah mencatatkan kenaikan sekitar 55%, ditopang oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve akan kembali memangkas suku bunganya hingga dua kali pada sisa tahun ini.
Selain itu, memanasnya tensi geopolitik masih terus memberikan dukungan terhadap harga emas, terlebih pasca AS menjatuhkan sanksi baru terhadap Rusia. Langkah tersebut diambil setelah muncul laporan bahwa rencana pertemuan antara Trump dan Putin ditunda lantaran Rusia menolak untuk melakukan gencatan senjata di Ukraina.
