Yen Jepang melemah ke atas level 152 per Dolar AS di tengah menguatnya spekulasi bahwa Perdana Menteri Jepang yang baru, Sanae Takaichi, akan meluncurkan paket stimulus berskala besar secepatnya pada bulan depan.
Sejumlah laporan menyebutkan, nilai paket tersebut bisa melampaui program stimulus tahun lalu yang mencapai 13,9 triliun Yen, yang bertujuan untuk meredam dampak inflasi terhadap rumah tangga. Takaichi, yang baru saja menjabat sebagai Perdana Menteri, diperkirakan akan menerapkan kebijakan fiskal ekspansif dan mendukung kebijakan moneter yang longgar.
Sementara itu, Bank of Japan (BoJ) yang akan melakukan pertemuan pada pekan depan diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya saat ini. Para investor saat ini memperkirakan BoJ baru akan menaikkan suku bunganya lebih lanjut pada bulan Januari mendatang.
Di sisi lain, para investor juga terus mencermati perkembangan perdagangan global pasca muncul laporan bahwa Amerika Serikat berencana untuk membatasi ekspor perangkat lunak ke Tiongkok. Di saat yang sama, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pertemuannya dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping telah “dijadwalkan”, sehingga sedikit meredam kekhawatiran terkait hubungan dagang antara kedua negara.
