Harga minyak mentah WTI turun ke bawah level $65 per barel menyusul terjadinya aksi profit taking usai harga minyak menguat ke sekitar level tertinggi dalam kurun tiga pekan.
Kenaikan harga minyak sebelumnya dipicu oleh data persediaan minyak mentah AS yang dilaporkan turun. Turunnya persediaan kian memperkuat kekhawatiran seputar pasokan, terutama pasca Ukraina terus melancarkan serangan terhadap infrastruktur minyak milik Rusia. Serangan itu telah menyebabkan kelangkaan bahan bakar dan meningkatkan risiko pembatasan ekspor.
Turut menopang harga minyak, ekspor minyak Kurdi masih tertunda akibat adanya sengketa utang, serta adanya peringatan dari NATO mengenai pelanggaran wilayah udara oleh Rusia.
Meski demikian, kekhawatiran seputar kelebihan pasokan terus membayangi harga minyak, seiring meredanya puncak musim permintaan minyak. Para analis menilai pertumbuhan permintaan minyak global masih sesuai perkiraan, meski sedikit lebih rendah dari proyeksi awal.
