Yen Jepang berbalik menguat ke sekitar level 155,5 per Dolar AS menjelang berlangsungnya pertemuan Bank of Japan (BoJ) pada pekan ini.
Para investor memperkirakan bank sentral Jepang akan menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 0,75%. Perhatian para investor tidak hanya tertuju pada keputusan suku bunga, tetapi juga pada pernyataan Gubernur BoJ Kazuo Ueda setelah rapat, yang diharapkan akan memberikan petunjuk penting terkait arah kebijakan moneter pada tahun depan. Sejumlah analis bahkan memperkirakan suku bunga acuan akan mencapai 1% pada bulan Juli mendatang.
Spekulasi seputar pengetatan kebijakan moneter diperkuat oleh kinerja ekonomi Jepang yang solid. Sebuah data menunjukkan inflasi konsumen Jepang masih bertahan di atas level historis, sehingga memperkuat alasan bagi BoJ untuk melanjutkan normalisasi kebijakan moneternya. Selain itu, sebuah laporan menyebutkan bahwa para pejabat senior dalam kabinet Perdana Menteri Sanae Takaichi kemungkinan tidak akan menentang kenaikan suku bunga. Sebaliknya, kekhawatiran utama mereka adalah melemahnya Yen – yang sebagian dipicu oleh lambatnya pengetatan kebijakan moneter oleh BoJ – lantaran telah menimbulkan kenaikan biaya impor dan inflasi.
Di sisi lain, data bank sentral juga menunjukkan sentimen di kalangan produsen besar mengalami kenaikan. Indeks sentimen manufaktur pada Q4 naik ke level +15, yang merupakan level tertinggi dalam kurun empat tahun terakhir. Kondisi ini semakin memperkuat pandangan bahwa perekonomian Jepang berada dalam posisi yang cukup kuat untuk menghadapi kebijakan moneter yang lebih ketat.
