Yen Jepang diperdagangkan di sekitar level 152,5 per Dolar AS sementara para investor menantikan pengumuman kebijakan moneter terbaru Bank of Japan (BoJ). Bank sentral Jepang tersebut sejauh ini diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya saat ini.
Meski demikian, para pejabat BoJ diperkirakan akan membahas kemungkinan untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut, terutama di tengah meredanya risiko terkait tarif dan masih tingginya tingkat inflasi di Jepang.
Di sisi lain, para investor dibayangi ketidakpastian pasca terpilihnya Perdana Menteri Jepang yang baru, Sanae Takaichi, lantaran ia dikenal sebagai sosok yang mendukung kebijakan moneter longgar.
Sehari sebelumnya, Yen sempat melemah terhadap Dolar AS setelah Federal Reserve memutuskan untuk memangkas suku bunganya sebesar 25 basis poin seperti yang telah diperkirakan sebelumnya. Namun, Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan bahwa penurunan suku bunga pada bulan Desember belum menjadi “hal yang pasti” mengingat adanya perbedaan pendapat di internal The Fed serta adanya keterbatasan data ekonomi akibat shutdown.
