BerandaIstilahAverage Inventory

Average Inventory

Apa itu Average Inventory?

Average inventory atau persediaan rata-rata adalah kalkulasi yang memperkirakan nilai atau jumlah barang atau kumpulan barang tertentu selama dua atau lebih periode waktu tertentu. Average inventory adalah nilai rata-rata persediaan dalam periode waktu tertentu, yang mungkin berbeda dari nilai median dari kumpulan data yang sama, dan dihitung dengan cara merata-ratakan nilai persediaan awal dan akhir selama periode tertentu. 

Memahami Average Inventory 

Inventory adalah nilai semua barang yang siap dijual atau semua bahan baku untuk membuat barang-barang yang disimpan oleh perusahaan. Manajemen inventory yang sukses adalah titik fokus utama bagi perusahaan karena hal ini memudahkan mereka untuk mengelola bisnis secara keseluruhan dengan lebih baik dalam hal penjualan, biaya, dan hubungan dengan pemasok mereka. 

Karena dua titik tidak selalu secara akurat mewakili perubahan inventory selama periode waktu yang berbeda, maka average inventory sering kali dihitung dengan menggunakan jumlah titik yang diperlukan untuk lebih akurat mencerminkan aktivitas selama periode waktu tertentu. 

Misalnya, jika suatu bisnis mencoba average inventory selama tahun anggaran, mungkin akan lebih akurat untuk menggunakan jumlah inventory dari akhir setiap bulan, termasuk bulan dasar. Nilai-nilai yang terkait dengan setiap titik ditambahkan bersama dan dibagi dengan jumlah titik, dalam contoh ini, adalah 13, untuk menentukan persediaan rata-rata.

Nilai average inventory dapat digunakan sebagai titik perbandingan ketika melihat volume penjualan secara keseluruhan, sehingga pebisnis dapat melacak kerugian inventory yang mungkin terjadi karena pencurian atau penyusutan, atau karena barang rusak yang disebabkan oleh kesalahan penanganan. Angka ini juga memperhitungkan inventory yang mudah rusak yang telah kadaluarsa. 

Rumus untuk average inventory dapat dinyatakan sebagai berikut:

Average Inventory =  Inventory Sekarang + Inventory Sebelumnya) / Jumlah Periode

Average inventory sering digunakan dalam analisis rasio; misalnya, dalam menghitung perputaran persediaan. 

Moving Average Inventory

Sebuah perusahaan dapat memilih untuk menggunakan moving average inventory ketika sistem pelacakan inventaris yang berkelanjutan memungkinkan untuk dipertahankan. Hal ini memudahkan pelaku bisnis untuk menyesuaikan nilai item inventory berdasarkan informasi dari pembelian terakhir. 

Pada dasarnya, cara ini membantu membandingkan rata-rata inventaris di beberapa periode waktu dengan mengubah semua harga ke standar pasar saat ini. Sehingga proses ini mirip dengan menyesuaikan data historis berdasarkan tingkat inflasi untuk item pasar yang lebih stabil. Dengan begini kita dapat membuat perbandingan yang lebih sederhana pada item yang mengalami tingkat volatilitas tinggi. 

Contoh dari Average Inventory

Sebuah perusahaan sepatu tertarik untuk mengelola inventory-nya dengan lebih baik. Inventory saat ini di gudangnya adalah sebesar $10.000. Ini sesuai dengan persediaan untuk tiga bulan sebelumnya, yang nilainya $9.000, $8.500, dan $12.000. 

Ketika menghitung inventory average tiga bulan, perusahaan sepatu mencapai average dengan menambahkan inventory saat ini yang sebesar $10.000 ke inventory tiga bulan sebelumnya, yang tercatat sebagai $9.000, $8.500 dan $12.000, dan membaginya dengan jumlah titik data, sebagai berikut:

Average Inventory = ($10,000 + $9,000 + $8,500 + $12,000) / 4

Hasilnya, average inventory nya adalah sebesar $9.875 selama periode waktu yang diamati.

Baca Artikel Lainnya

Artikel Sebelumnya
Artikel Berikutnya