Harga minyak mentah WTI turun ke sekitar level $57,3 per barel akibat adanya kekhawatiran atas prospek pasokan minyak global.
Menurut International Energy Agency (IEA), pasokan minyak global kemungkinan akan mengalami surplus seiring meningkatnya produksi minyak dari negara-negara anggota OPEC+.
Sementara itu, meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah turut membebani harga minyak, terlebih setelah Israel dan Hamas menegaskan komitmennya atas perjanjian gencatan senjata.
Namun, penurunan harga minyak tertahan oleh laporan bahwa sebuah pabrik pengolahan gas Rusia terpaksa menghentikan sebagian operasinya setelah terkena serangan drone Ukraina pada akhir pekan lalu. Serangan tersebut menyebabkan kebakaran dan kerusakan pada fasilitas pengolahan gas tersebut.
Di sisi lain, para investor juga menyoroti perundingan dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok, yang dijadwalkan berlangsung pada pekan ini. Memanasnya hubungan antara dua konsumen minyak terbesar di dunia ini menambah ketidakpastian terhadap prospek harga minyak.
