Yen Jepang menguat ke sekitar level 157 per Dolar AS setelah sempat menyentuh level terendah sebelas bulan. Penguatan ini terjadi di tengah adanya sinyal dari pemerintah Jepang mengenai kemungkinan intervensi di pasar valuta asing.
Diplomat mata uang Jepang, Atsushi Mimura, menegaskan bahwa pemerintah akan mengambil langkah yang “tepat” untuk menghadapi pergerakan nilai tukar yang dinilai berlebihan. Pernyataan tersebut mencerminkan adanya kekhawatiran pemerintah terhadap tren pelemahan Yen yang tajam dan berlangsung satu arah.
Sinyal tersebut memperkuat pernyataan Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, pada hari Jumat lalu. Ia memperingatkan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam terhadap pergerakan spekulatif Yen, terutama karena melemahnya mata uang dapat meningkatkan biaya impor dan menekan kondisi ekonomi rumah tangga.
Perhatian para investor terhadap potensi terjadinya intervensi mencuat setelah Bank of Japan (BoJ) baru-baru ini menaikkan suku bunga acuannya menjadi 0,75%. Ini adalah kenaikan tertinggi sejak tahun 1995, dan menjadi kenaikan kedua sepanjang tahun ini.
