Harga emas melemah ke sekitar level $4480 per troy ons sementara para pelaku pasar mulai mengalihkan perhatiannya dari risiko geopolitik ke rilis data ekonomi AS yang dinilai akan menentukan arah kebijakan moneter The Fed ke depan.
Fokus utama para investor tertuju pada rilis laporan ketenagakerjaan AS pada hari Jumat. Data tersebut dipandang krusial karena dapat memberikan sinyal baru terkait sikap Federal Reserve terhadap suku bunga. Anggota FOMC, Neel Kashkari, sebelumnya menyatakan bahwa kenaikan tingkat pengangguran berpotensi memperbesar peluang pemangkasan suku bunga. Saat ini, pasar memperkirakan akan ada dua kali pemangkasan suku bunga sepanjang tahun ini.
Meski terkoreksi, harga emas tetap memiliki katalis positif dari dinamika geopolitik global yang masih memanas. Presiden AS Donald Trump menyatakan AS siap mengambil peran dalam mengawasi pemerintahan Venezuela setelah pasukan AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Trump juga mengancam akan melakukan tindakan militer lanjutan jika kepemimpinan sementara Venezuela tidak menunjukkan kerja sama.
Di sisi lain, AS menyebut Trump belum menutup kemungkinan opsi militer terkait Greenland. Ketegangan juga meningkat di kawasan Asia Timur setelah China memberlakukan pembatasan ekspor terhadap sejumlah barang yang berpotensi digunakan untuk kepentingan militer, sehingga memicu reaksi keras dari Jepang.


