Harga minyak mentah WTI turun ke sekitar level $59,5 per barel di tengah kian memanasnya tensi geopolitik serta adanya kekhawatiran terhadap persediaan minyak di Amerika Serikat.
Pernyataan Presiden Donald Trump yang menegaskan tidak akan mundur dari ambisinya terkait Greenland kembali memicu kekhawatiran, terlebih setelah sebelumnya muncul ancaman tarif baru terhadap Eropa. Situasi tersebut dinilai dapat menekan pertumbuhan ekonomi global dan berdampak pada permintaan minyak.
Di sisi lain, para investor tengah menantikan rilis data persediaan minyak AS dari Badan Informasi Energi (EIA), di mana persediaan minyak mentah dan bensin diperkirakan naik, sementara persediaan distilat diperkirakan turun.
Meski demikian, penurunan harga minyak tertahan oleh adanya gangguan pasokan dari Kazakhstan. Negara tersebut menghentikan sementara produksi di ladang Tengiz dan Korolev akibat masalah pasokan listrik, dengan potensi penghentian operasi selama 7 hingga 10 hari.
Sementara itu, ketegangan juga kembali muncul dari kawasan Amerika Latin setelah pasukan AS menyita kapal tanker minyak ketujuh yang terkait dengan Venezuela. Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperketat penegakan sanksi dan mengganggu aktivitas perdagangan minyak negara tersebut.
