Harga minyak mentah WTI turun sekitar 2% ke bawah level $61 per barel – mengakhiri reli yang telah berlangsung selama lima hari berturut-turut.
Pelemahan ini terjadi seiring meredanya kekhawatiran terhadap kemungkinan serangan militer Amerika Serikat ke Iran dalam waktu dekat. Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut ia telah mendapat jaminan bahwa eksekusi terhadap para demonstran di Iran telah dihentikan, dinilai berhasil menurunkan potensi terjadinya intervensi militer AS dalam jangka pendek.
Sebelumnya, harga minyak sempat menguat selama lima hari berturut-turut seiring meningkatnya ketegangan di Iran – negara produsen minyak terbesar keempat di OPEC dengan produksi sekitar 3,3 juta barel per hari. Para pelaku pasar khawatir bahwa gejolak politik di negara tersebut akan mengganggu pasokan minyak global maupun jalur pengiriman strategis.
Dari sisi persediaan, Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan bahwa persediaan minyak mentah dan bensin di Amerika Serikat pada pekan lalu membukukan kenaikan, sementara stok distilat justru mengalami penurunan.


