BerandaIstilahFair Market Value (FMV)

Fair Market Value (FMV)

Nilai pasar adalah harga pasar suatu aset saat ini. Fair Market Value (FMV) berbeda karena merupakan harga jual suatu produk di pasar terbuka dengan asumsi berikut:

  • Baik pembeli maupun penjual memiliki pengetahuan yang cukup tentang aset tersebut
  • Pembeli dan penjual berperilaku demi kepentingan terbaik mereka sendiri
  • Kedua belah pihak bebas dari tekanan yang tidak semestinya
  • Masing-masing diberi jangka waktu yang wajar untuk menyelesaikan transaksi

Mengingat kondisi ini, Fair Market Value suatu aset harus mewakili penilaian atau penilaian yang akurat atas nilainya dibandingkan dengan harga saat ini. Asumsi ini mungkin membuat nilai suatu aset lebih tinggi atau lebih rendah dari nilai pasarnya. Definisi istilah ini diterima secara umum dalam akuntansi, hukum perpajakan, hukum kebangkrutan, dan pasar real estat.

Memahami Fair Market Value (FMV)

Fair Market Value sengaja dibedakan dengan istilah serupa, misalnya nilai pasar atau nilai penilaian, karena mempertimbangkan prinsip ekonomi aktivitas pasar bebas dan terbuka. Sebaliknya, istilah nilai pasar mengacu pada harga suatu aset di pasar.

Oleh karena itu, meskipun nilai pasar suatu rumah dapat dengan mudah ditemukan dalam listingan, Fair Market Valuenya lebih sulit ditentukan. Demikian pula, istilah “nilai yang dinilai” mengacu pada nilai aset menurut pendapat penilai tunggal, sehingga tidak langsung mengkualifikasi penilaian tersebut sebagai Fair Market Value. Namun, jika Fair Market Value diperlukan, penilaian biasanya sudah cukup. Karena pertimbangan menyeluruh yang digunakan dalam menentukan Fair Market Value, penilaian ini sering kali digunakan dalam lingkungan hukum. Misalnya, Fair Market Value dalam real estat biasanya digunakan dalam penyelesaian perceraian dan untuk menghitung kompensasi terkait penggunaan domain terkemuka oleh pemerintah. Fair Market Value juga sering digunakan dalam perpajakan, seperti ketika menentukan Fair Market Value suatu properti untuk pengurangan pajak setelah terjadi kerugian.

Penggunaan Praktis Fair Market Value

Pajak properti kota sering kali dinilai berdasarkan FMV properti pemiliknya. Tergantung pada berapa lama pemilik telah memiliki rumah tersebut, perbedaan antara harga pembelian dan FMV tempat tinggal bisa sangat besar. Penilai profesional menggunakan standar, pedoman, dan peraturan nasional dan lokal untuk menentukan FMV rumah. FMV juga sering digunakan dalam industri asuransi. Misalnya, ketika klaim asuransi dilakukan karena kecelakaan mobil, maka perusahaan asuransi yang menanggung kerusakan kendaraan pemilik biasanya menanggung kerusakan hingga FMV kendaraannya.

Fair Market Value dan Perpajakan

Otoritas pajak hampir selalu memastikan bahwa transaksi direalisasikan di FMV, setidaknya untuk tujuan perpajakan. Misalnya, seorang ayah yang pensiun mungkin menjual saham bisnisnya kepada putrinya seharga $1 agar putrinya dapat melanjutkan sebagai pemilik bisnis keluarga. Namun, misalkan FMV sahamnya lebih tinggi. Dalam hal ini, otoritas pajak seperti Internal Revenue Service (IRS) mungkin akan mengkarakterisasi ulang transaksi tersebut untuk tujuan perpajakan. Sang ayah harus membayar pajak atas pelepasan saham tersebut seolah-olah dia telah menjualnya di FMV kepada pihak ketiga.

Bidang perpajakan lain yang sering melibatkan FMV adalah menyumbangkan properti, seperti karya seni, untuk amal. Dalam kasus ini, donor biasanya menerima kredit pajak sebesar nilai sumbangannya. Otoritas pajak perlu memastikan bahwa kredit yang diberikan adalah untuk FMV sebenarnya dari objek tersebut dan sering kali meminta donor untuk memberikan penilaian independen atas sumbangan mereka. Penerapan Fair Market Value pada pajak dengan benar akan memastikan tidak adanya dampak moneter yang merugikan di kemudian hari atau klaim penipuan apa pun oleh pihak berwenang.

Kesimpulan

Fair Market Value adalah penilaian terhadap harga jual suatu aset berdasarkan beberapa asumsi. Metode penilaian ini berbeda dengan nilai pasar karena nilai pasar adalah harga aset saat ini. Nilai pasar mungkin lebih kecil atau lebih besar dari Fair Market Value (diyakini sebagai cerminan nilai yang lebih akurat), itulah sebabnya Fair Market Value lebih digunakan oleh dunia usaha dan pemerintah dibandingkan nilai pasar.

Baca Artikel Lainnya

Artikel Sebelumnya
Artikel Berikutnya