Harga minyak mentah WTI merangkak naik ke sekitar level $62 per barel. Meski demikian, harga minyak masih mendekati posisi terendah empat bulan akibat adanya kekhawatiran atas rencana kenaikan produksi minyak OPEC+.
OPEC+ dijadwalkan untuk menggelar pertemuan pada akhir pekan ini. Terdapat spekulasi bahwa OPEC+ akan menaikkan produksi minyaknya lebih tinggi dari rencana semula, meski spekulasi tersebut telah dibantah oleh OPEC+.
Kekhawatiran seputar pasokan semakin meningkat setelah persediaan minyak mentah AS pada pekan lalu dilaporkan naik sebesar 1.8 juta barel. Persediaan bensin dan produk olahan minyak lainnya juga dilaporkan naik, sementara permintaan bensin dilaporkan anjlok ke level terendah enam bulan.
Di Asia, aktivitas manufaktur di sejumlah negara mencatatkan pelemahan, sehingga memperburuk kekhawatiran atas prospek permintaan minyak dari kawasan Asia.
Sementara itu, pemerintah Amerika Serikat resmi menghentikan operasional pemerintahannya (shutdown), setelah Kongres gagal mencapai kesepakatan terkait pendanaan. Situasi ini membuat rilis sejumlah data ekonomi penting ditunda dan menambah tekanan terhadap perekonomian global, sekaligus harga minyak.


