Harga minyak mentah WTI bergerak stabil di sekitar level $59,4 per barel di tengah kembali memanasnya tensi perdagangan global serta belum meredanya kekhawatiran seputar pasokan.
Memanasnya hubungan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa menjadi salah satu faktor utama yang menekan sentimen pasar. Perselisihan terkait rencana akuisisi Greenland memicu ketidakpastian baru seputar prospek permintaan minyak dunia, terutama setelah Presiden Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif impor sebesar 10% terhadap produk dari delapan negara Eropa mulai 1 Februari. Tarif tersebut bahkan bisa meningkat menjadi 25% pada bulan Juni apabila tidak tercapai kesepakatan.
Di sisi lain, risiko terganggunya pasokan dari kawasan Timur Tengah sedikit mereda. Pernyataan Trump yang mengisyaratkan akan menunda aksi militer terhadap Iran berhasil mengurangi kekhawatiran akan terhentinya aliran minyak dari wilayah tersebut dalam waktu dekat.
Meski demikian, pasar minyak global masih dibayangi kekhawatiran seputar surplus pasokan. Para pelaku pasar kini tengah menantikan laporan bulanan dari Badan Energi Internasional (IEA) yang akan dirilis pada hari Rabu, untuk mendapatkan gambaran terbaru mengenai prospek pasokan dan permintaan minyak dunia.


