Yen Jepang berbalik melemah ke atas level 152 per Dolar AS setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan akan memberlakukan tarif sebesar 25% terhadap semua impor baja dan aluminium.
Kebijakan ini dikhawatirkan akan memicu kenaikan inflasi dan berpotensi membatasi kemampuan Federal Reserve dalam menurunkan suku bunganya.
Sementara itu, Yen telah menguat lebih dari 2% sepanjang perdagangan pekan lalu, ditopang oleh menguatnya ekspektasi bahwa Bank of Japan (BoJ) akan menaikkan suku bunganya lebih lanjut pada tahun ini.
Pada hari Kamis, salah seorang anggota dewan BoJ Naoki Tamura mengatakan BoJ harus menaikkan suku bunga setidaknya hingga 1% pada paruh kedua tahun fiskal 2025.
Selain itu, data upah dan pengeluaran rumah tangga terbaru lebih baik dari perkiraan, sehingga kian memperkuat kemungkinan BoJ untuk menaikkan suku bunganya lebih lanjut.