Yen Jepang menguat ke sekitar level 156,7 per Dolar AS – mencatatkan penguatan selama tiga hari berturut-turut. Pergerakan ini terjadi di tengah fokus para pelaku pasar terhadap potensi terjadinya intervensi oleh pemerintah Jepang guna menahan pelemahan Yen.
Penguatan Yen ditopang oleh pernyataan terbaru dari Menteri Keuangan Jepang, Katayama, yang menegaskan kesiapan pemerintah Jepang untuk bertindak jika terjadi pergerakan yang dinilai berlebihan. Sikap tersebut dinilai berhasil menahan laju pelemahan Yen, terutama dalam kondisi perdagangan akhir tahun yang cenderung sepi.
Potensi terjadinya intervensi juga meningkat seiring melonjaknya fluktuasi nilai tukar Yen, yang dianggap tidak sejalan dengan kondisi ekonomi. Selain itu, notulen pertemuan Bank of Japan (BoJ) bulan Oktober mengungkapkan adanya perdebatan di kalangan pejabat BoJ terkait kemungkinan menaikkan suku bunga ke level netral. Kenaikan suku bunga sendiri dipandang sebagai salah satu instrrumen untuk mendukung stabilitas ekonomi dan harga dalam jangka panjang.
Pada hari Jumat lalu, BoJ memutuskan untuk menaikkan suku bunga seperti yang telah diperkirakan sebelumnya. Namun, pernyataan Gubernur BoJ Kazuo Ueda setelah keputusan tersebut dinilai kurang hawkish dibandingkan harapan mayoritas investor, sehingga Yen kembali berada di bawah tekanan.
Ke depan, perhatian para investor juga tertuju pada proses finalisasi anggaran untuk tahun fiskal 2026 yang diperkirakan mencapai sekitar 122 triliun Yen. Persetujuan kabinet atas rancangan anggaran tersebut diperkirakan dapat dilakukan paling cepat pada hari Jumat, dan diharapkan dapat memberikan arah baru bagi pergerakan pasar keuangan Jepang.
