Yen Jepang menguat ke sekitar level 155 per Dolar AS seiring kian menguatnya spekulasi bahwa Bank of Japan (BoJ) akan menaikkan suku bunganya lebih lanjut meskipun data inflasi Tokyo terbaru mencatatkan penurunan yang lebih besar dari perkiraan.
Tingkat inflasi di Tokyo dilaporkan turun menjadi 2% – level terendah dalam kurun lebih dari satu tahun. Penurunan tersebut mencerminkan adanya penurunan harga, terutama komoditas pangan dan energi. Data inflasi Tokyo sendiri kerap dipandang sebagai indikator awal tren inflasi nasional, sehingga menjadi perhatian utama para pembuat kebijakan dan pelaku pasar keuangan.
Pekan lalu, BoJ menaikkan suku bunga acuannya menjadi 0,75% – level tertinggi sejak tahun 1995. Gubernur BoJ Kazuo Ueda menyatakan bank sentral siap untuk melakukan pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut apabila tingkat inflasi tetap tinggi. Pernyataan tersebut memperkuat optimisme para investor bahwa era suku bunga sangat rendah di Jepang mulai berakhir.
Meski demikian, Yen masih bergerak di sekitar posisi terendahnya sejak bulan Januari. Kondisi ini membuat sejumlah pejabat Jepang memberikan peringatan terkait potensi intervensi apabila pergerakan mata uang dinilai terlalu volatil.
Dari sisi data ekonomi lainnya, produksi industri Jepang tercatat turun 2,1%. Sementara itu, penjualan ritel masih menunjukkan pertumbuhan sebesar 1%, dan tingkat pengangguran tetap stabil di angka 2,6%. Data tersebut menggambarkan kondisi ekonomi Jepang cenderung beragam di tengah terjadinya proses normalisasi kebijakan moneter.
