Harga emas kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan menembus level $4480 per troy ons. Ini adalah rekor ke-50 yang tercipta sepanjang tahun ini, dipicu oleh menguatnya ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed serta memanasnya tensi geopolitik global.
Para investor saat ini memperkirakan bank sentral AS akan memangkas suku bunga acuannya sebanyak dua kali – masing-masing sebesar 25 basis poin – pada tahun depan. Ekspektasi tersebut menguat seiring turunnya tingkat inflasi dan pasar tenaga kerja AS mengindikasikan pelemahan.
Ke depan, para investor akan mencermati rilis data PDB AS Q3 pada hari ini. Data tersebut dinilai penting untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi ekonomi AS serta arah kebijakan moneter The Fed ke depan.
Selain faktor kebijakan moneter, permintaan emas sebagai aset safe haven turut meningkat akibat memanasnya tensi antara Amerika Serikat dan Venezuela. Pemerintah AS dikabarkan telah memperketat blokade angkatan laut di kawasan tersebut, termasuk dengan menyita kapal tanker minyak kedua pada hari Sabtu lalu serta melakukan pengejaran terhadap kapal tanker ketiga.
