Yen Jepang menguat ke sekitar level 155 per Dolar AS di tengah menguatnya spekulasi bahwa pemerintah Jepang akan melakukan intervensi guna menahan pergerakan nilai tukar yang dinilai terlalu bergejolak.
Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, menyatakan bahwa pemerintah memiliki “kebebasan penuh” dalam menghadapi pergerakan mata uang yang berlebihan. Sejauh ini pernyataan tersebut menjadi sinyal yang paling jelas bahwa pemerintah Jepang siap mengambil langkah konkret untuk meredam volatilitas nilai tukar Yen.
Pernyataan Katayama memperkuat pernyataan Diplomat Mata Uang Jepang, Atsushi Mimura, yang menegaskan pemerintah akan mengambil tindakan “yang sesuai” terhadap volatilitas nilai tukar yang berlebihan. Hal ini mencerminkan adanya kekhawatiran pemerintah terhadap tren pergerakan Yen yang tajam dan cenderung satu arah.
Dari faktor eksternal, penguatan Yen juga didukung oleh melemahnya Dolar AS. Pelemahan Dolar AS terjadi seiring menguatnya ekspektasi bahwa bank sentral AS akan memangkas suku bunganya sebanyak dua kali pada tahun depan.
Sementara itu, pemerintah Jepang diperkirakan akan merampungkan rancangan awal anggaran untuk tahun fiskal 2026 pada hari Jumat. Dalam rancangan tersebut, penerbitan utang baru untuk tahun fiskal 2026 diperkirakan sedikit melampaui angka 28,6 triliun Yen atau sekitar 182 miliar Dolar AS.
