BerandaIstilahBank Credit

Bank Credit

Apa itu Bank Credit?

Istilah bank credit mengacu pada jumlah kredit yang tersedia untuk bisnis atau individu dari lembaga perbankan dalam bentuk pinjaman. Oleh karena itu, bank credit adalah jumlah total uang yang dapat dipinjam oleh seseorang atau bisnis dari bank atau lembaga keuangan lainnya. Bank credit seorang peminjam tergantung pada kemampuan mereka untuk membayar kembali pinjaman dan jumlah total kredit yang tersedia untuk dipinjamkan oleh lembaga perbankan. Jenis-jenis bank credit antara lain kredit mobil, pinjaman pribadi, dan hipotek.

Memahami Bank Credit

Bank dan lembaga keuangan menghasilkan uang dari dana yang mereka pinjamkan kepada klien mereka. Dana ini berasal dari uang yang disimpan klien di rekening giro dan tabungan mereka atau diinvestasikan dalam sarana investasi tertentu seperti certificate of deposit (CD). Sebagai imbalan untuk menggunakan layanan mereka, bank membayar klien sejumlah kecil bunga atas simpanan mereka. Seperti yang telah disebutkan, uang ini kemudian dipinjamkan kepada orang lain dan dikenal sebagai bank credit. 

Bank credit terdiri dari jumlah total dana gabungan yang dipinjamkan oleh lembaga keuangan kepada individu atau bisnis. Ini adalah perjanjian antara bank dan peminjam di mana bank memberikan pinjaman kepada peminjam. Dengan memberikan kredit, bank pada dasarnya mempercayai peminjam untuk membayar saldo pokok serta bunga di kemudian hari. Apakah seseorang disetujui untuk mendapatkan kredit dan berapa banyak yang mereka terima didasarkan pada penilaian kelayakan kredit mereka. 

Persetujuan ditentukan oleh peringkat kredit dan pendapatan peminjam atau pertimbangan lainnya. Hal ini termasuk agunan, aset, atau seberapa besar utang yang mereka miliki. Ada beberapa cara untuk memastikan persetujuan, termasuk memotong rasio total utang terhadap pendapatan atau debt-to-income (DTI). Rasio DTI yang dapat diterima adalah 36%, tetapi 28% adalah ideal. Peminjam umumnya dianjurkan untuk menjaga saldo kartu pada 20% atau kurang dari batas kredit dan melunasi semua tagihan yang terlambat. Bank biasanya menawarkan kredit kepada peminjam yang memiliki riwayat kredit yang buruk dengan persyaratan yang menguntungkan bank itu sendiri-suku bunga yang lebih tinggi, batas kredit yang lebih rendah, dan persyaratan yang lebih ketat. 

Pertimbangan Khusus

Bank credit untuk perorangan telah berkembang pesat karena konsumen telah terbiasa mengandalkan utang untuk berbagai kebutuhan. Ini termasuk pembiayaan untuk pembelian besar seperti rumah dan mobil, serta kredit yang dapat digunakan untuk membeli barang-barang yang dibutuhkan untuk konsumsi sehari-hari. Bisnis juga menggunakan bank credit untuk mendanai operasional sehari-hari. Banyak perusahaan membutuhkan dana untuk membayar biaya awal, membayar barang dan jasa, atau untuk menambah arus kas. Akibatnya, perusahaan rintisan atau usaha kecil menggunakan bank credit sebagai pembiayaan jangka pendek. 

Jenis-jenis Bank Credit

Bank credit  tersedia dalam dua bentuk yang berbeda, yaitu kredit dengan jaminan dan kredit tanpa jaminan. Kredit atau utang dengan jaminan didukung oleh suatu bentuk agunan, baik dalam bentuk uang tunai atau aset berwujud lainnya. Dalam kasus kredit rumah, properti itu sendiri bertindak sebagai jaminan. Bank juga dapat meminta peminjam tertentu untuk menyetor jaminan tunai untuk mendapatkan kartu kredit dengan jaminan. Kredit dengan jaminan mengurangi jumlah risiko yang diambil bank jika peminjam gagal membayar pinjaman. Bank dapat menyita agunan, menjualnya, dan menggunakan hasilnya untuk melunasi sebagian atau seluruh pinjaman. Karena dijamin dengan agunan, kredit jenis ini cenderung memiliki suku bunga yang lebih rendah dan syarat dan ketentuan yang lebih masuk akal. 

Di sisi lain, kredit tanpa agunan tidak didukung oleh agunan. Jenis kredit ini lebih berisiko dibandingkan kredit dengan jaminan karena kemungkinan gagal bayar lebih tinggi. Oleh karena itu, bank umumnya mengenakan suku bunga yang lebih tinggi kepada pemberi pinjaman untuk kredit tanpa jaminan.

Contoh-contoh Bank Credit

Bentuk bank credit yang paling umum adalah kartu kredit. Persetujuan kartu kredit dilengkapi dengan batas kredit tertentu dan tingkat persentase tahunan (APR) berdasarkan riwayat kredit peminjam. Peminjam diperbolehkan menggunakan kartu untuk melakukan pembelian. Mereka harus membayar saldo secara penuh atau minimum bulanan untuk terus meminjam sampai batas kredit tercapai. 

Bank juga menawarkan kredit pemilikan rumah dan kredit kendaraan bermotor kepada para peminjam. Ini adalah bentuk kredit terjamin yang menggunakan aset-rumah atau kendaraan-sebagai jaminan. Peminjam diharuskan melakukan pembayaran tetap secara berkala, biasanya bulanan, dua mingguan, atau bulanan, dengan suku bunga tetap atau variabel. 

Salah satu contoh kredit usaha adalah kredit usaha (LOC). Fasilitas kredit ini adalah pinjaman bergulir yang diberikan kepada perusahaan. Fasilitas kredit ini dapat berupa pinjaman dengan jaminan atau tanpa jaminan dan memberikan akses modal jangka pendek kepada perusahaan. Batas kredit biasanya lebih tinggi daripada yang diberikan kepada konsumen perorangan karena kebutuhan bisnis, kelayakan kredit, dan kemampuan mereka untuk membayar. LOC bisnis biasanya tunduk pada tinjauan tahunan.

Baca Artikel Lainnya

Artikel Sebelumnya
Artikel Berikutnya