BerandaIstilahDepository Transfer Check

Depository Transfer Check

Depository Transfer Check (DTC) / Cek Transfer Penyimpanan digunakan oleh bank penagihan yang ditunjuk untuk menyetorkan kwitansi harian suatu perusahaan dari berbagai lokasi. Depository Transfer Check adalah cara untuk memastikan pengelolaan kas yang lebih baik bagi perusahaan, yang mengumpulkan uang tunai di berbagai lokasi. Data ditransfer oleh layanan informasi pihak ketiga dari setiap lokasi, dari mana DTC dibuat untuk setiap lokasi penyimpanan. Informasi ini kemudian dimasukkan ke dalam sistem pemrosesan cek di bank tujuan untuk disimpan.

Memahami Depository Transfer Check

Depository Transfer Check digunakan oleh perusahaan untuk mengumpulkan pendapatan dari beberapa lokasi, yang kemudian disimpan sekaligus di bank atau lembaga lain. Mereka juga disebut wesel transfer penyimpanan.

Layanan informasi pihak ketiga yang digunakan untuk mentransfer data melakukannya melalui bank konsentrasi. Bank konsentrasi adalah lembaga keuangan utama organisasi, atau tempat bank melakukan sebagian besar transaksi keuangannya. Bank konsentrasi kemudian membuat DTC untuk setiap lokasi deposit, yang dimasukkan ke dalam sistem. Depository Transfer Check tampak seperti cek pribadi, hanya saja “Depository Transfer Check” tertulis di tengah atas bagian depan cek. Instrumen-instrumen ini tidak dapat dinegosiasikan dan tidak ditandatangani.

DTC berbeda dengan deposito semalam. Bisnis diberikan kunci untuk dropbox yang aman. Setoran yang dimasukkan ke dalam tas dengan slip setoran akan dimasukkan ke dalam dropbox ini setelah jam kerja. Bank membuka drop box di pagi hari dan menyetorkan deposit semalam ke rekening giro bisnis.

DTC vs. Sistem Lembaga Kliring Otomatis / Automatic Clearing House (ACH).

Sistem berbasis DTC perlahan-lahan digantikan oleh Automatic Clearing House (ACH). Sistem ACH adalah sistem transfer dana elektronik yang umumnya menangani penggajian, setoran langsung, pengembalian pajak, tagihan konsumen, dan sistem pembayaran lainnya di Amerika Serikat. Sekitar 14,4 miliar simpanan dan 10,3 miliar kredit dilakukan melalui ACH pada tahun 2019, yang dianggap lebih cepat, lebih murah, dan efisien.

Pertimbangan Khusus

Seperti disebutkan di atas, Depository Transfer Check memungkinkan perusahaan mengelola arus masuk mereka dengan lebih baik. Pengelolaan kas perusahaan pada umumnya dikelola oleh bendahara perusahaan. Fungsi ini penting pada perusahaan dengan arus kas masuk dan keluar yang tinggi serta margin keuntungan yang rendah. Contoh industri tersebut adalah hilir minyak dan gas, pemain utamanya adalah BP, Shell, Exxon, Total dan pengecer massal seperti Walmart, Amazon, H&M, Zara dan Home Depot. Misalnya, Goldman Sachs memiliki tim perbendaharaan yang kuat untuk memastikan kasnya dikelola dengan cara yang mempertahankan nilainya dan memitigasi beberapa risiko utama, terkait dengan perubahan suku bunga, kredit, mata uang, komoditas, dan operasional. Pengelolaan kas sangat penting untuk memastikan stabilitas dan solvabilitas keuangan perusahaan atau kemampuannya untuk memenuhi kewajiban keuangan jangka panjangnya. DTC dan ACH dapat membantu beberapa organisasi melacak arus kas masuk. Sistem ini sering kali membantu mengatur piutang (AR), bersama dengan tingkat penagihan.

Baca Artikel Lainnya