BerandaIstilahFinancial Account

Financial Account

Dalam perekonomian makro, Financial Account merupakan komponen neraca pembayaran suatu negara yang mencakup klaim atau kewajiban kepada bukan penduduk, khususnya yang berkaitan dengan aset keuangan. Komponen Financial Account mencakup investasi langsung, investasi portofolio, dan aset cadangan yang dikelompokkan berdasarkan sektor. Bila dicatat dalam neraca pembayaran suatu negara, tagihan yang dilakukan oleh bukan penduduk terhadap aset keuangan penduduk adalah liabilitas, sedangkan tagihan yang dilakukan oleh penduduk terhadap bukan penduduk adalah aset.

Memahami Financial Account

Financial Account adalah mekanisme pelacakan pergeseran kepemilikan aset internasional, dan terdiri dari dua sub-rekening.

  • Sub-rekening pertama mencakup kepemilikan dalam negeri atas aset asing, seperti deposito bank asing dan surat berharga di perusahaan asing.
  • Sub-akun kedua mencakup kepemilikan asing atas aset dalam negeri, seperti pembelian obligasi pemerintah oleh entitas asing atau pinjaman yang diberikan kepada bank domestik oleh lembaga asing.

Untuk membandingkan bagaimana neraca finansial dapat naik atau turun, mari kita analisis skenario berikut untuk neraca finansial Amerika Serikat:

  • Jika terjadi peningkatan aset luar negeri milik AS di luar negeri, maka hal tersebut merupakan aliran keuangan keluar (financial outflow) dan menurunkan neraca keuangan AS, yang ditunjukkan dengan nilai negatif.
  • Sebaliknya, jika terjadi penurunan aset asing milik AS di luar negeri, hal tersebut dianggap sebagai aliran masuk keuangan dan meningkatkan Financial Account; ditampilkan sebagai nilai positif.
  • Jika terjadi peningkatan aset milik asing di AS, maka hal tersebut merupakan aliran masuk keuangan dan meningkatkan neraca keuangan AS, menunjukkan nilai positif.
  • Sebaliknya jika terjadi penurunan aset milik asing di AS maka terjadi financial outflow dan penurunan neraca keuangan AS yang menunjukkan nilai negatif.

Rekening Modal vs. Rekening Giro

Financial Account berbeda dengan akun modal karena akun modal mencatat transfer aset modal. Transaksi dalam neraca modal tidak berdampak pada tingkat produksi suatu negara, tingkat tabungan, atau pendapatan secara keseluruhan. Neraca berjalan mencerminkan neraca perdagangan suatu negara saat ini, dikombinasikan dengan pendapatan bersih dan pembayaran langsung, serta mengukur impor dan ekspor barang dan jasa. Jika digabungkan dengan neraca keuangan dan modal, ketiga rekening tersebut akan membentuk neraca pembayaran suatu negara.

Pencatatan Transaksi

Financial Account melibatkan aset keuangan seperti emas, mata uang, derivatif, hak penarikan khusus, ekuitas, dan obligasi. Selama transaksi kompleks yang mengandung aset modal dan klaim keuangan, suatu negara dapat mencatat sebagian transaksi tersebut dalam neraca modalnya dan bagian lainnya dalam neraca berjalannya. Selain itu, karena entri dalam Financial Account merupakan entri bersih yang mengimbangi kredit dengan debit, maka entri tersebut mungkin tidak muncul dalam neraca pembayaran suatu negara, bahkan jika transaksi terjadi antara penduduk dan bukan penduduk.

Risiko dan Manfaat Peningkatan Akses

Mempermudah akses terhadap modal suatu negara dianggap sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas menuju liberalisasi ekonomi, dan neraca keuangan yang lebih liberal akan membuka akses suatu negara terhadap pasar modal. Namun, mengurangi pembatasan pada Financial Account mempunyai risiko. Semakin terintegrasi perekonomian suatu negara dengan perekonomian lain di seluruh dunia, semakin besar kemungkinan permasalahan ekonomi di luar negeri akan mempengaruhi situasi dalam negeri. Potensi hasil ini dibandingkan dengan potensi manfaatnya: biaya pendanaan yang lebih rendah, akses ke pasar modal global, dan peningkatan efisiensi.

Kesimpulan

Financial Account adalah bagian dari neraca pembayaran suatu negara yang mencakup klaim dan kewajiban bukan penduduk, yang terdiri dari aset seperti emas, ekuitas, obligasi, derivatif, dan hak penarikan khusus. Tujuan dari Financial Account adalah untuk melacak perubahan kepemilikan aset internasional.

Baca Artikel Lainnya

Artikel Sebelumnya
Artikel Berikutnya