BerandaIstilahFixed Capital

Fixed Capital

Fixed Capital mencakup aset dan investasi modal, seperti properti, pabrik, dan peralatan (PP&E), yang diperlukan untuk memulai dan menjalankan bisnis, bahkan pada tahap minimal. Aset-aset ini dianggap tetap karena tidak dikonsumsi atau dimusnahkan selama produksi barang atau jasa yang sebenarnya, tetapi memiliki nilai yang dapat digunakan kembali. Investasi Fixed Capital biasanya disusutkan dalam laporan akuntansi perusahaan dalam jangka waktu yang lama—hingga 20 tahun atau lebih.

Pengertian Fixed Capital

Konsep Fixed Capital pertama kali diperkenalkan pada abad ke-18 oleh ekonom politik David Ricardo. Bagi Ricardo, Fixed Capital mengacu pada segala jenis aset fisik yang tidak digunakan dalam produksi suatu produk. Hal ini bertentangan dengan gagasan Ricardo mengenai modal yang beredar, seperti bahan mentah, biaya operasional, dan tenaga kerja. Dalam ilmu ekonomi Marxian, Fixed Capital berkaitan erat dengan konsep modal konstan. Fixed Capital adalah bagian dari total pengeluaran modal suatu bisnis yang diinvestasikan dalam aset fisik seperti pabrik, kendaraan, dan mesin yang bertahan dalam bisnis tersebut hampir secara permanen, atau, lebih teknisnya, selama lebih dari satu periode akuntansi. Aset tetap dapat dibeli dan dimiliki oleh suatu bisnis, atau dapat disusun sebagai sewa jangka panjang. Di sisi lain persamaan modal adalah modal yang beredar atau dikonsumsi oleh suatu perusahaan dalam proses produksi. Ini termasuk bahan mentah, tenaga kerja, biaya operasional, dan banyak lagi. Marx menekankan bahwa perbedaan antara Fixed Capital dan modal beredar adalah relatif karena mengacu pada perbandingan waktu perputaran berbagai jenis aset modal fisik. Fixed Capital juga “bersirkulasi”, hanya saja waktu perputarannya jauh lebih lama karena suatu aset tetap dapat disimpan selama beberapa tahun atau dekade sebelum aset tersebut menghasilkan nilainya dan dibuang untuk mendapatkan nilai sisa. Aset tetap dapat dijual kembali dan digunakan kembali kapan saja sebelum masa manfaatnya berakhir, seperti yang sering terjadi pada kendaraan dan pesawat terbang. Fixed Capital dapat dikontraskan dengan modal variabel, yang biaya dan tingkatnya berubah seiring waktu, dan dengan skala output perusahaan. Misalnya, mesin yang digunakan dalam produksi akan dianggap sebagai Fixed Capital, karena modal tersebut akan tetap menjadi milik perusahaan terlepas dari tingkat output saat ini. Bahan mentah di sisi lain akan berfluktuasi tergantung pada tingkat output.

Persyaratan Fixed Capital

Jumlah Fixed Capital yang diperlukan untuk mendirikan suatu usaha cukup khusus untuk setiap situasi, terutama dari satu industri ke industri lainnya. Beberapa bidang usaha memerlukan aset Fixed Capital dalam jumlah besar. Contoh umum mencakup produsen industri, penyedia telekomunikasi, dan perusahaan eksplorasi minyak. Industri berbasis jasa, seperti kantor akuntan, memiliki kebutuhan Fixed Capital yang lebih terbatas. Ini dapat mencakup gedung perkantoran, komputer, perangkat jaringan, dan peralatan kantor standar lainnya.

Meskipun bisnis produksi sering kali memiliki akses yang lebih mudah terhadap inventaris yang diperlukan untuk memproduksi barang, pengadaan Fixed Capital bisa memakan waktu lama. Bisnis mungkin memerlukan banyak waktu untuk menghasilkan dana yang diperlukan untuk pembelian yang lebih besar, seperti fasilitas produksi baru. Jika sebuah perusahaan menggunakan pembiayaan, mungkin diperlukan waktu juga untuk mendapatkan pinjaman yang tepat. Hal ini dapat meningkatkan risiko kerugian finansial terkait dengan rendahnya produksi jika perusahaan mengalami kegagalan peralatan dan tidak memiliki redundansi.

Penyusutan Fixed Capital

Investasi Fixed Capital biasanya tidak terdepresiasi dengan cara yang sama seperti yang ditunjukkan pada laporan laba rugi. Beberapa diantaranya mengalami devaluasi dengan cepat, sementara yang lain memiliki masa pakai yang hampir tak terbatas. Misalnya, sebuah kendaraan baru kehilangan nilai yang signifikan ketika secara resmi dipindahkan dari dealer ke pemilik baru. Sebaliknya, bangunan milik perusahaan mungkin mengalami depresiasi dengan tingkat yang jauh lebih rendah. Metode penyusutan memungkinkan investor untuk melihat perkiraan kasar tentang seberapa besar kontribusi nilai investasi Fixed Capital terhadap kinerja perusahaan saat ini.

Likuiditas Fixed Capital

Meskipun Fixed Capital sering kali mempertahankan tingkat nilainya, aset ini tidak dianggap sangat likuid. Hal ini disebabkan terbatasnya pasar untuk barang-barang tertentu, seperti peralatan produksi, atau mahalnya harga, dan waktu yang dibutuhkan untuk menjual suatu aset tetap, yang biasanya memakan waktu lama.

Baca Artikel Lainnya