BerandaUncategorizedExpected Value (EV)

Expected Value (EV)

Expected Value (EV) adalah istilah yang digunakan di sektor keuangan untuk menunjukkan nilai rata-rata yang diantisipasi dari suatu investasi pada suatu saat di masa depan. Investor menggunakan Expected Value untuk memperkirakan nilai investasi, seringkali relatif terhadap risikonya. Dengan menghitung Expected Value, investor dapat memilih skenario yang paling mungkin menghasilkan hasil yang diinginkan. Dalam statistik dan analisis probabilitas, Expected Value dihitung dengan mengalikan setiap kemungkinan hasil dengan kemungkinan terjadinya setiap hasil, lalu menjumlahkan semua nilai tersebut.

Rumus dan Perhitungan Nilai Ekspektasi (EV)

Rumus Expected Value adalah:

​EV=∑P(Xi)×Xi

Di mana:

X adalah variabel acak

Xi adalah nilai spesifik dari X

P(Xi) adalah peluang terjadinya Xi

Jadi, EV dari variabel acak X diambil sebagai setiap nilai variabel acak dikalikan dengan probabilitasnya, dan setiap produk tersebut dijumlahkan.

Memahami Expected Value (EV)

Seperti disebutkan di atas, istilah Expected Value umumnya digunakan dalam industri investasi. Ini mengacu pada nilai yang diantisipasi suatu aset di masa depan. EV dari suatu variabel acak memberikan ukuran pusat distribusi variabel tersebut. EV pada dasarnya adalah nilai rata-rata jangka panjang dari suatu variabel. Karena hukum bilangan besar, nilai rata-rata variabel menyatu ke EV ketika jumlah pengulangan mendekati tak terhingga. EV juga dikenal sebagai ekspektasi, mean, atau momen pertama. EV dapat dihitung untuk variabel diskrit tunggal, variabel kontinu tunggal, variabel diskrit ganda, dan variabel kontinu ganda. Untuk situasi variabel kontinu, integral harus digunakan.

Analisis skenario merupakan salah satu teknik untuk menghitung EV suatu peluang investasi. Analisis ini menggunakan perkiraan probabilitas dengan model multivariat untuk memeriksa kemungkinan hasil investasi yang diusulkan. Analisis skenario juga membantu investor menentukan apakah mereka mengambil tingkat risiko yang sesuai dengan kemungkinan hasil investasinya.

Expected Value (EV) dalam Konstruksi Portofolio

Investor perlu memahami beberapa faktor utama ketika mereka ingin membangun investasi atau portofolio keuangannya. Hal ini mencakup cara kerja aset dan risiko yang terkait. Mereka juga harus memahami situasi keuangan, tujuan investasi, dan jangka waktu mereka. Teori portofolio modern (MPT) berupaya memecahkan alokasi portofolio optimal berdasarkan Expected Value dari investasi dan deviasi standar seperti risiko. Sederhananya, investor dan penasihat keuangan mereka menggunakan MPT untuk membangun portofolio guna memaksimalkan keuntungan sekaligus meminimalkan risiko. Sebagai investor, Anda dapat menggunakan EV untuk menentukan aset mana yang akan ditambahkan ke portofolio Anda berdasarkan preferensi Anda. Aset yang berbeda memiliki EV yang berbeda, sehingga suatu saham memiliki Expected Value (dan profil risiko) yang berbeda dibandingkan obligasi atau dana yang diperdagangkan di bursa (ETF).

Anda juga dapat melakukan perubahan pada portofolio Anda dengan menggunakan EV. Ini termasuk menjual aset untuk ditukar dengan orang lain. Misalnya, menjual aset yang mungkin sudah stabil tanpa ekspektasi kenaikan nilai dan menggantinya dengan aset lain (serupa atau berbeda) dengan EV yang lebih tinggi.

Contoh Expected Value (EV)

Untuk menghitung EV untuk satu variabel acak diskrit, Anda harus mengalikan setiap nilai variabel dengan probabilitas terjadinya nilai tersebut. Ambil contoh, sebuah dadu bersisi enam yang normal. Sekali Anda melempar dadu, peluangnya sama dengan seperenam untuk mendarat pada satu, dua, tiga, empat, lima, atau enam. Berdasarkan informasi ini, penghitungannya mudah:

Jika Anda melempar dadu bersisi enam berkali-kali, Anda akan menemukan bahwa nilai rata-ratanya sama dengan 3,5.

Kesimpulan

Memahami konsep Expected Value penting bagi investor. Hal ini dapat membantu mereka dalam menentukan tingkat pengembalian yang mungkin mereka harapkan dari suatu investasi. Analisis nilai dan skenario yang diharapkan dapat memberikan wawasan tentang risiko suatu investasi versus keuntungannya dan membantu investor memutuskan apakah akan memasukkannya ke dalam portofolionya atau tidak.

Baca Artikel Lainnya

Artikel Sebelumnya
Artikel Berikutnya