Harga minyak mentah WTI bertahan di atas level $61 per barel pasca AS menjatuhkan sanksi baru terhadap sejumlah produsen minyak Rusia, sehingga menimbulkan kekhawatiran seputar pasokan.
Pemerintah AS memasukkan dua perusahaan minyak Rusia, Rosneft dan Lukoil, ke dalam daftar hitam guna menekan Rusia atas berlanjutnya konflik di Ukraina. Sebagai informasi, kedua perusahaan tersebut berkontribusi signifikan terhadap ekspor minyak Rusia dan menjadi sumber pendanaan penting bagi anggaran pemerintah Rusia.
Setelah sanksi tersebut diumumkan, sebuah laporan mengungkapkan bahwa perusahaan minyak China telah menghentikan pembelian minyak Rusia melalui jalur laut. Sementara itu, kilang minyak di India berencana untuk memangkas impor secara signifikan guna mematuhi kebijakan baru tersebut.
Di sisi lain, Uni Eropa juga memberlakukan sanksi tambahan yang menargetkan infrastruktur minyak Rusia. Pada saat yang sama, pasukan Ukraina terus melancarkan serangan terhadap kilang, pipa, dan terminal ekspor milik Rusia. Pemerintah Ukraina bahkan mengatakan bahwa serangannya pada hari Kamis (23 Oktober) kemarin berhasil menghantam kilang milik Rosneft.
