Harga minyak mentah WTI melanjutkan tren positif hari sebelumnya, dan saat ini diperdagangkan di sekitar level $59 per barel. Kenaikan ditopang oleh laporan bahwa Amerika Serikat telah mencegat sebuah kapal tanker yang masuk daftar sanksi saat berada di dekat perairan Venezuela. Insiden tersebut membuat pengiriman minyak dari Venezuela turun, dan dikhawatirkan akan membuat tensi geopolitik kian memanas.
Situasi semakin memanas setelah Ukraina dilaporkan kembali menyerang kapal tanker yang disebut sebagai bagian dari “shadow fleet” yang mendukung aktivitas perdagangan minyak Rusia.
Di sisi lain, pasar minyak dibayangi sejumlah sentimen negatif. Produksi minyak OPEC+ yang lebih tinggi diperkirakan akan melampaui permintaan minyak global yang melemah, sehingga berpotensi menciptakan surplus pasokan dalam beberapa waktu ke depan.
Di Amerika Serikat, persediaan minyak mentah negara tersebut pada pekan lalu dilaporkan turun sekitar 1,8 juta barel. Namun persediaan di Cushing, Oklahoma – pusat distribusi – justru naik setelah sempat melemah empat minggu berturut-turut.
