Harga minyak mentah WTI turun ke sekitar level $62 per barel, tertekan oleh adanya kekhawatiran atas melemahnya permintaan minyak di Amerika Serikat serta surplus pasokan minyak global.
Sebuah data mengungkapkan bahwa persediaan minyak mentah AS pada pekan lalu naik sekitar 3.9 juta barel – bertentangan dengan perkiraan turun. Sementara itu, Badan Energi Internasional (IEA) memproyeksikan pasokan minyak global akan tumbuh lebih cepat dari perkiraan seiring meningkatnya produksi minyak OPEC+.
Berbeda dengan IEA, laporan OPEC yang dirilis tak lama setelahnya memperkirakan pasokan minyak dari negara non-OPEC dan permintaan minyak global tidak akan berubah, dengan alasan konsumsi minyak masih stabil.
Di sisi lain, Amerika Serikat dikabarkan tengah mendorong negara-negara anggota G7 untuk menetapkan tarif yang lebih tinggi terhadap India dan Tiongkok lantaran telah membeli minyak mentah Rusia.
Meski harga minyak sempat terkoreksi, kinerja harga minyak sepanjang perdagangan pekan ini masih berpotensi naik tipis. Adapun ada sejumlah katalis yang sebelumnya mendongkrak harga minyak, seperti memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah dan berlanjutnya konflik di Ukraina.
