Harga minyak mentah WTI merangkak naik ke sekitar level $63 per barel, dipicu oleh adanya kekhawatiran terhadap pasokan minyak dari Rusia, terutama pasca Ukraina melancarkan serangan terhadap infrastruktur energi Rusia serta mandeknya perundingan damai antara Rusia dan Ukraina.
Pada akhir pekan lalu, Ukraina melancarkan serangan ke kilang Kirishi di Rusia – salah satu kilang minyak terbesar di Rusia dengan kapasitas produksi sekitar 355 ribu barel per hari. Alhasil, situasi ini semakin meningkatkan tensi geopolitik di pasar energi global.
Presiden AS Donald Trump kembali mendesak negara-negara Eropa agar berhenti membeli minyak dari Rusia. Sebelumnya, Trump menyatakan siap memberlakukan sanksi besar terhadap Rusia, asalkan negara-negara anggota NATO mengambil langkah serupa.
Di sisi lain, investor juga memantau perkembangan perundingan dagang antara AS dan Tiongkok di Madrid yang dimulai pada hari Minggu. AS menekan sekutu-sekutunya agar menerapkan tarif terhadap impor dari Tiongkok lantaran telah membeli minyak dari Rusia.
Meski demikian, penguatan harga minyak dibayangi oleh adanya kekhawatiran terhadap melemahnya permintaan minyak dari AS serta surplus pasokan minyak global, seiring meningkatnya produksi minyak dari negara-negara anggota OPEC+.
