Harga minyak mentah WTI turun ke bawah level $64 per barel di tengah anjloknya persediaan minyak mentah AS dan turunnya suku bunga acuan The Fed.
Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan bahwa persediaan minyak mentah AS pada pekan lalu turun sekitar 9.3 juta barel akibat meningkatnya ekspor. Namun, persediaan produk olahan minyak mentah justru mencapai level tertinggi sejak Januari, sehingga menambah sentimen negatif di pasar minyak.
Sementara itu, The Fed baru saja memutuskan untuk memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin seperti yang telah diperkirakan sebelumnya, dan memberikan sinyal akan memangkas suku bunganya lebih lanjut guna mendukung pasar tenaga kerja yang mulai melemah. Meski pelonggaran kebijakan moneter berpotensi mendongkrak permintaan minyak, para investor tetap berhati-hati lantaran hal tersebut juga bisa menjadi sinyal meningkatnya risiko ekonomi di AS.
Di sisi lain, rata-rata permintaan minyak global dilaporkan berada pada angka 104.4 juta barel per hari. Angka itu naik tipis dibanding tahun sebelumnya, namun sedikit di bawah proyeksi JP Morgan. Melambatnya aktivitas perjalanan di AS dan Tiongkok usai puncak musim panas turut membebani permintaan, sementara aktivitas di Eropa, Timur Tengah, dan Amerika Latin masih relatif stabil.
