Harga minyak mentah WTI naik ke atas level $62 per barel, ditopang oleh keputusan OPEC+ yang memilih untuk menaikkan produksi minyaknya secara terbatas, dan lebih rendah dari perkiraan para investor.
Keputusan ini dianggap sebagai langkah hati-hati untuk menjaga kestabilan harga di tengah adanya ketidakpastian ekonomi. Sementara itu, ekspor minyak mentah Rusia masih berada di sekitar level tertinggi dalam kurun 16 bulan. Namun, sejumlah laporan mengungkapkan bahwa serangan drone yang dilancarkan oleh Ukraina mulai berdampak pada fasilitas kilang Rusia, dan membuat aktivitas ekspor dialihkan ke terminal alternatif.
Di sisi lain, harga minyak juga dibayangi oleh laporan dari Energy Information Administration (EIA) yang memproyeksikan produksi minyak mentah AS pada tahun ini akan mencapai rekor tertinggi, dan lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya. Di saat yang sama, persediaan minyak mentah AS pada pekan lalu dilaporkan naik 2,78 juta barel – lebih tinggi dari perkiraan naik 2,25 juta barel.
Ke depan, para investor akan menantikan rilis sejumlah data ekonomi terbaru untuk mencari gambaran lebih lanjut terkait prospek pasokan minyak di pasar global.


