Yen Jepang masih diperdagangkan di sekitar level 146 per Dolar AS di tengah kian melebarnya spread imbal hasil obligasi pemerintah Jepang dan negara lainnya, terutama setelah sejumlah bank sentral utama melakukan pengetatan kebijakan moneter secara agresif sedangkan Bank of Japan (BoJ) mempertahankan kebijakan moneter ultra longgarnya meskipun tingkat inflasi Jepang mengalami kenaikan.
Menurut data terbaru, Core CPI Jepang turun menjadi 3.1%, namun tetap berada di atas target BoJ yakni 2% selama 16 bulan berturut-turut.
Di saat yang sama, data CPI juga dilaporkan stagnan di angka 3.3%, atau bertentangan dengan ekspektasi turun menjadi 2.5%.
Pelemahan Yen juga terjadi meskipun BoJ memutuskan untuk melakukan penyesuaian atas kebijakan kontrol kurva imbal hasilnya, yang memungkinkan imbal hasil JGB 10 tahun naik ke atas level 0.5%.
Sementara itu, Gubernur BoJ Kazuo Ueda dilaporkan melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Fumio Kishida guna mengindikasikan perkembangan ekonomi, namun pembicaraan tersebut tidak membahas volatilitas Yen.