Yen Jepang berhasil menguat ke bawah level 150 per Dolar AS pasca Jepang merilis data inflasi terbarunya.
Menurut data terbaru, data CPI dan Core CPI Jepang masing-masing turun ke angka 2.2% dan 2% – level terendah sejak Maret 2022.
Terlepas dari penurunan tersebut, data Core CPI masih berada di atas ekspektasi pasar yakni turun ke bawah level 1.8%.
Turunnya tingkat inflasi Jepang sendiri kian memperkuat spekulasi bahwa Bank of Japan akan mempertahankan kebijakan moneter ultra longgarnya untuk jangka waktu yang lebih lama.
Yen sendiri sejauh ini terus tertekan oleh aksi carry trade dan mengecewakannya sejumlah data ekonomi Jepang, terlebih setelah ekonomi Jepang dilaporkan jatuh ke jurang resesi.
Pelemahan Yen juga memicu pemerintah Jepang untuk melakukan intervensi verbal lantaran Yen menjadi mata uang G10 dengan kinerja terburuk pada tahun ini.